Waspadai Teror Eksibisionis

JURNALPOSMEDIA.COM– Pernahkah kalian melihat adegan di film dimana seseorang dengan bangga memamerkan alat vitalnya di depan umum? Atau kalian pernah merasakannya sendiri di dunia nyata? Wah harus hati-hati nih karena perilaku tersebut dapat dikatakan sebagai gangguan perilaku seksual.

Gangguan eksibsionis namanya, diambil dari kata exhibition yang artinya pameran, memamerkan atau mempertontonkan. Gangguan ini merupakan penyakit kesehatan dimana penderitanya menunjukan bagian tubuhnya yang biasanya tertutup kepada khalayak dengan tujuan kepuasan seksual. Hal itu merupakan cara mereka untuk memberikan kesan kepada orang lain.

Umumnya penderita gangguan eksibisionis adalah laki-laki dan mayoritas korban adalah perempuan. Biasanya terjadi kepada kaum ibu-ibu dan anak-anak yang tidak memliki kecurigaan sama sekali. Walaupun gangguan ini merupakan interaksi non-fisik atau tidak ada niatan untuk melalukan kegiatan seksual lebih jauh, tetapi harus tetap diwaspadai karena dapat berdampak trauma bagi korban.

Gejala dari gangguan eksibisionis biasanya dimulai ketika remaja setelah usia pubertas lalu berlanjut sampai dewasa. Dorongan untuk memamerkan alat vitalnya sangat kuat dan tidak bisa dikendalikan oleh para penderitanya, terutama saat mengalami kecemasan dan gairah seksual.

Adapun penyebabnya bisa karena perkembangan psikologis yang tak sempurna semasa anak-anak, gangguan hormon. Salah satunya androgen yang merupakan hormon utama pada laki-laki, faktor genetik atau keturunan, dan faktor lingkungan yang dapat menjadi stimulus bagi individu.

Penanganan bagi penderitanya bisa dengan psikoterapi yang berfokus pada pemahaman bahwa eksibionis adalah tindakan irasional dan melanggar norma. Selain itu, ada beberapa obat-obatan yang dapat diberikan kepada mereka. Beberapa di antaranya berfungsi untuk mengurangi hormon testosteron yang mengatur munculnya gairah seksual pada seseorang.

Jika kita berhadapan dengan seseorang yang mengalami gangguan eksibisionis, cobalah untuk meninggalkan situasi secepat dan setenang mungkin. Bersikaplah dingin tanpa memperlihatkan ekspresi yang diharapkan. Setelah itu segera pergi dan memanggil petugas keamanan sehingga ia dapat segera ditemukan dan diamankan.

Gangguan eksibisionis memang merupakan kejahatan seksual tapi gangguan ini termasuk juga kepada gangguan kejiwaan sehingga selalu ada jalan untuk menyembuhkannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.