Browsing Tag

Sastra Puisi

Di Bawah Bencana

Hari-hari penuh suka duka. Berharap musim panas bertahan lebih lama, Apa daya wabah virus mulai mengubah warna-warna di bumi. Paling segala di atas susah dan sulit. Sampai lupa, ada hal-hal kecil yang patut disyukuri di derasnya kacau. Ada…
Selengkapnya...

Pergi Darimu

Melangkah dan menghapus Melangkah untuk menghapus masa lalu Masa lalu yang sudah tak bersamaku Indah dan sedih, aku pergi darimu Menyenangkan saat itu Menyedihkan saat itu Apapun perasaan itu Aku akan meninggalkanmu Semangatku…
Selengkapnya...

Pilu Tuan Pohon

Katanya aku dibutuhkan Tapi sekarang mulai dihilangkan Katanya aku diperlukan Namun sekarang dicampakkan Aku sering hadir sebagai peneduh Dikala yang lain mengeluh Aku membawa kehidupan Tapi sekarang mulai dilupakan Semua tak…
Selengkapnya...

Miskin

Anak kecil itu terseok-seok Di antara sampah masyarakat yang penat Dengan kekurangan yang sudah melekat Lukanya terlihat sudah hitam pekat Tak pernah dianggap, tak sekalipun dilihat Perih, katanya muram Namun realita segera…
Selengkapnya...

Jejak manismu 

Bangunlah mentari Membentang harapanku adalah engkau Aku harapan insan dengan jejak negerimu Pagi - pagi kuterima madu darah kemerdekaan Kulihat beberapa dari kami membawa duka Di alamat lain, penuh harapan Kubercucu pada samudera…
Selengkapnya...

Senja

Sore itu Menatap sebuah kekosongan Melihat perlahan turunnya matahari Matahari yang menutupi jalannya awan Membuatku ingin menangis Warna awan yang menghiburku Gradasi dari warna terang ke gelap Awan jingga yang mencolok itu Membuatku ingin…
Selengkapnya...

Miskin

Bapak selalu repot repot tanya dokter atau ahli gizi Tapi ujungnya kami dipaksa makan beras miskin dan indomie lagi Bapak disana sini ribut soal moral dan prestasi Tapi saban hari kami disuguhi hoax dan gosip di Televisi Bapak memang…
Selengkapnya...

Jeda

Aku terperangkap, diantara manusia-manusia bertopeng bak malaikat suci kepalaku dipenuhi suara-suara tak berhati memaksaku menjadi apa yang mereka ingin jiwaku, terkurung dalam jeruji belum lagi, kenyataan terus menyerang tiada henti Aku…
Selengkapnya...