Tips Menjalankan Ibadah Puasa di Saat Pandemi Covid-19

JURNALPOSMEDIA.COM – Ramadan adalah bulan yang dinantikan seluruh umat muslim di dunia. Namun ibadah puasa di tahun ini akan terasa berbeda dengan tahun sebelumnya, mengingat dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Kondisi ini tentunya akan sangat membatasi ruang gerak aktivitas kita.

Berbagai larangan dan imbauan terkait pencegahan penularan virus Corona, membuat beberapa momen yang dinantikan setiap bulan puasa kini hanya angan-angan saja. Keterbatasan kita untuk berada di luar rumah dan menghindari perkumpulan membuat kita harus menjalankan berbagai kegiatan di rumah saja.

Berikut tips menjalankan puasa Ramadan di tengah pandemi Covid-19, yang telah dirangkum oleh Jurnalposmedia.

       1. Mengatur Asupan Gizi

Agar bisa menjalankan puasa secara maksimal, kita perlu berupaya untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satunya dengan menjaga imunitas agar tetap sehat. Pemerintah telah menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menganjurkan stay at home dan mencuci tangan dengan baik dan benar.

Makanan dengan nutrisi yang baik sangat diperlukan oleh tubuh, apalagi saat menjalani ibadah puasa. Menurut Dosen Departemen Gizi Universitas Airlangga, Triska Susila menuturkan cara tepat untuk mengatur pola konsumsi. Yaitu, proporsi sahur sebanyak 300 kalori (kkal), berbuka puasa (800 kkal), dan mencicipi kudapan usai tarawih (400 kkal).

“Mengonsumsi makanan dengan unsur lengkap, kita tidak perlu khawatir mengalami kekurangan gizi saat berpuasa,” kata Triska dikutip dari website news.unair. Saat sahur, lebih baik perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan. Selain mengandung mineral dan vitamin, buah dan sayur juga kaya akan karbohidrat kompleks sehingga rasa kenyang akan terasa lebih lama.

       2. Tetap di Rumah Saja

Imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk membatasi kegiatan sosial di luar ruangan, bertujuan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Ibadah puasa tentunya bisa tetap lancar meski dilakukan di rumah saja. Bebagai kegiatan seperti salat berjemaah dan mengaji bisa dilakukan bersama keluarga dari rumah.

       3. Ngabuburit dengan Tetap di Rumah Saja

Berkeliling sore hari menjelang waktu berbuka puasa memang sangat mengasyikan dan ditunggu-tunggu. Kegiatan tersebut bertujuan untuk berburu takjil. Riuhnya suasana pasar serta penjual yang berjejer menjajakan takjil, nampaknya akan cukup lengang di bulan Ramadan tahun ini.

Saat ini, aktivitas ngabuburit tidak bisa kita lakukan karena akan menimbulkan keramaian. Adapun kemungkinan para pedagang takjil musiman yang harus libur berdagang pada tahun ini. Tapi jangan khawatir, ada hal lain yang bisa kita lakukan saat menunggu waktu berbuka puasa. Tentunya dengan tetap di rumah saja.

Misalnya memasak sendiri menu berbuka puasa. Banyak artikel yang menyajikan berbagai resep untuk hidangan berbuka puasa. Kegiatan itu akan membuat kemampuan memasak kita lebih terasah dan lebih produktif.

       4. Buatlah Rencana Pembelanjaan

Perkirakan apa saja yang dibutuhkan selama 1 minggu di bulan puasa, sesuaikan pula budget dengan kemampuan dana yang dimiliki. Buatlah list belanjaan apa saja yang harus ada selama bulan puasa, seperti membeli sembako, stok makanan cepat saji, rempah-rempah serta obat atau vitamin yang diperlukan selama bulan puasa. Melakukan rencana pembelanjaan, setidaknya dapat mengurangi waktu kita untuk berada di luar ruangan.

       5. Buka Puasa Bersama dari Rumah

Salah satu momen yang tidak bisa dijalankan selama bulan puasa tahun ini adalah buka puasa bersama (bukber). Momen yang sangat dinanti ini, dijadikan sebagai ajang silaturahmi dengan keluarga atau teman jauh yang sudah lama tidak berjumpa.

Agenda buka puasa di tahun ini hanya bisa dilakukan bersama keluarga di rumah. Walau begitu, kita tidak boleh serta merta menyalahkan keadaan. Kedisiplinan kita dalam menjalankan aturan akan sangat berarti dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.

Saat ini muncul berbagai aplikasi yang tren di kalangan masyarakat seperti Zoom dan Google Hangout, yang bisa membuat kita merasakan nikmatnya buka puasa bersama rekan atau sanak saudara. Aktivitas tatap muka masih memungkinkan untuk kita lakukan meski hanya via daring.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.