Thee Matic Bersiap Jadi Mall Pertama dan Terbesar di Majalaya

JURNALPOSMEDIA.COM – Berdiri di atas lahan seluas 3,8 hektar, Thee Matic Mall akan menjadi mal pertama sekaligus terbesar di Majalaya, Kabupaten Bandung. Tak hanya itu, kawasan mal tersebut juga akan dikembangkan menjadi hotel. Mal yang berlokasi di Jl. Anyar, Majasetra, Majalaya ini berencana menggelar Grand Opening secara resmi usai masa pandemi mereda.

Ditemui di sela-sela kegiatannya, SPV Marketing Communication Thee Matic Mall, Ferry Gunawan mengatakan bahwa pembangunan mal satu ini masih dalam tahap proses. Namun, pihaknya mengaku sudah menggelar soft opening yang memungkinkan sebagian tenant sudah bisa beroperasi.

“Untuk tenant yang sudah ada sekitar 25. Cuma ada beberapa yang masih fit out, masih progress, yang sudah buka sekitar 12 tenant seperti RSH, KFC, Janji Jiwa, Roti’o, dan lainnya,” tuturnya pada Selasa (7/7/2020). Ferry menambahkan, untuk saat ini pihak mal masih menunggu keputusan pemerintah mengenai pedoman pembukaan pusat perbelanjaan.

“Kemungkinan besar (bioskop) XXI akan buka menunggu keputusan pemerintah. Seperti Fun World untuk tempat bermain anak-anak juga akan menunggu keputusan pemerintah kapan boleh beroperasi, karena harus menerapkan protokol kesehatan yang benar,” sambungnya.

Thee Matic Mall yang menjadi pusat hiburan baru khususnya bagi masyarakat Majalaya dan sekitarnya ini digadang-gadang akan menyuguhkan fasilitas unggulan. Menurut keterangan Ferry, mal ini akan menyediakan fasilitas taman Skydining yang memiliki konsep serupa dengan yang ada di luar negeri.

Ferry menilai bahwa konsep gedung yang terbilang mewah juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Mal tersebut akan menjadi tempat berinteraksi keluarga maupun teman, serta menampung berbagai kegiatan acara mulai dari event olahraga hingga kesenian.

Saat ini, Thee Matic Mall sudah mulai menerima pengunjung. Menurut Ferry, pihaknya sudah mencatat data 3.000 kunjungan di akhir pekan dan 1.500-2.000 kunjungan di hari biasa, “Selasa kemarin kita catat sampai 2.600. Minggu kemarin 4.000. Itu fluktuatif, dengan kondisi mall yang belum sepenuhnya buka, kami bilang ini nilai fantastis,” katanya.

Meski dibuka secara perlahan di masa pandemi, Thee Matic Mall menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Setiap pengunjung diwajibkan memakai masker, dan pihak mal menyediakan tempat cuci tangan serta pengecekan suhu tubuh sebelum masuk pintu utama. Sejumlah tempat duduk pun diberi tanda silang untuk menerapkan jaga jarak.

Siap Membuka Lowongan Kerja

Ferry mengungkap adanya lowongan kerja untuk mengisi beberapa posisi di bagian tenant. Dirinya juga memberikan kesempatan bagi warga sekitar untuk mendaftar di sejumlah tenant yang akan hadir di The Matic Mall. Beberapa lowongan kerja di bagian tenant, kata Ferry, sudah dibuka dan diinformasikan melalui media sosial masing-masing tenant dan Thee Matic.

Disinggung mengenai kemungkinan kontribusi komunitas untuk membuat acara di Thee Matic, Ferry mengatakan pihak mal akan membuka kesempatan selebar-lebarnya, “Dari tim markom juga selalu mengundang komunitas untuk bikin event di sini, cuma untuk saat ini kita tunggu dulu aja. Kalau sudah ketuk palu (resmi) dari pemerintah, kita terbuka banget untuk komunitas,” ujarnya.

Mendapat Respons Positif

Kehadiran Thee Matic Mall mendapat tanggapan yang baik dari pemerintah desa setempat. Melalui Sekretaris Desa Majasetra, Hera Herawan, mengatakan pihak desa sangat mendukung pembangunan mal ini. Menurutnya, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun persyaratan lainnya sudah terpenuhi pihak mal.

“Sekarang mulai ada rekrutmen untuk karyawan di berbagai tenant seperti KFC, sekarang ada cinema. Itu kita selalu dilibatkan untuk mendapat karyawannya, jadi ada permintaan lowongan kerja,” tuturnya, Rabu (8/7/2020). Hera menilai pendirian mal ini akan lebih meningkatkan mobilitas ekonomi terutama di desa setempat.

Diakui Hera, pihak desa siap merangkul masyarakat yang ingin mengembangkan potensinya di mal. Seperti halnya mengisi acara di gelaran soft opening Thee Matic Mall beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi ajang pengembangan kreativitas masyarakat desa.

Pemerintah desa, kata Hera, berharap pembangunan mal dapat berdampak positif terutama dalam hal rekrutmen karyawan. Adapun pihak desa berencana untuk mensinkronisasikan pembangunan The Matic Mall dengan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa.

Salah satu pengunjung Thee Matic Mall, Rian, mengaku merasa terbantu oleh kehadiran mal tersebut. Saat ditemui, warga asli Bandung itu tengah asyik duduk sembari menikmati suasana mal yang mulai ramai, “Senang saja. Jadi akses ke tempat belanja yang menyediakan barang cukup lengkap enggak terlalu jauh,” ucapnya.

Rian pun berharap pihak mal lebih sering update soal tenant apa saja yang akan dan sudah dibuka. Lebih lanjut, saat ditanya apakah ia memiliki keinginan tenant apa yang seharusnya dibuka, secara spesifik dirinya menyebutkan sebuah perusahaan, “Kalau boleh request, inginnya Nike,” pungkasnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.