The Flu, Penggambaran Serupa Penyebaran Virus Corona

JURNALPOSMEDIA.COM-Mewabahnya virus Corona menimbulkan berbagai polemik dan kekhawatiran di masyarakat. Hal tersebut mengingatkan kejadian beberapa tahun silam terkait wabah mematikan yang menjadi kekhawatiran dunia pada saat itu, yaitu wabah Flu Spanyol pada 1918, yang menyebabkan kematian sekitar 50 juta jiwa di seluruh dunia.

Hal tersebut menarik beberapa sutradara terkenal untuk membuat film yang nantinya akan selalu diingat oleh seluruh orang di dunia, termasuk Indonesia. Disutradai Kim Sung Soo, film The Flu mengisahkan tentang virus mematikan yang diambil dari kisah nyata seperti wabah virus Corona saat ini.

Film yang tayang tahun 2013 tersebut menceritakan virus mematikan yang menjalar lewat udara dan menginfeksi orang-orang. Dikisahkan ketika imigran gelap yang diselundupkan melalui kontainer lalu dibawa ke wilayah Bundang, Korea Selatan. Kota kecil di pinggiran Seoul, hampir seluruh penduduk disana terserang wabah H5N1 atau lebih dikenal dengan flu burung.

Virus tersebut dibawa oleh kontainer yang membawa mayat imigran gelap asal Filipina dan cepat menular melalui udara.  Byung Ki yang diperankan Lee Hee Joon dan Byung Woo yang diperankan Lee Sang Yeob mereka adalah kakak beradik yang ingin membebaskan para imigran yang terjebak di kontainer pengiriman itu. Namun saat mereka membuka kontainer tersebut mereka menemukan bahwa semua imigran sudah mati, kecuali satu orang.

Saat itu diceritakan ribuan orang terinfeksi oleh virus mematikan yang membunuh dalam waktu 36 jam. Hingga akhirnya, seluruh pinggiran kota Bundang diisolasikan oleh pemerintah dalam upaya putus asa untuk menghentikan penyebaran virus lebih lanjut. Petugas pemadam kebakaran Kang Ji Koo yang diperankan Jang Hyuk adalah salah satu dari mereka yang dikarantina.

Kim In Hae yang diperankan Soo-Ae adalah salah satu responden yang terjangkit virus tersebut. Dia mencurigai putrinya sendiri Park Min-Ha yang terinfeksi virus.  Kang Ji Koo dan Dr. Kim In Hae bekerja sama untuk menemukan obat dari virus menular tersebut. Konflik semakin memanas ketika semua penduduk semakin tak terkendali dan mengacaukan rencana pemerintah.

Film ini tayang dua tahun setelah sebelumnya rilis film contaign asal Amerika yang juga membahas bencana wabah virus yang berasal dari hewan. Film ini lebih menekankan kepada Sosial-Humaniora ketika wabah ini melanda hampir seluruh warga dunia.

Banyak pelajaran yang dapat di ambil dari film ini, mulai dari naluri seorang ibu yang selalu ingin menyelamatkan anaknya yang terserang virus hingga seseorang yang lebih mementingkan keperluan pribadi dengan mengambil serum darah orang yang belum terinfeksi. Dari sini sutradara dan tim film The Flu membawa kita pada point of view masing-masing mengenai tindakan para tokoh.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.