Tak Ada Dana, Pembangunan Gedung DKM Masjid Ikomah Terhenti

JURNALPOSMEDIA.COM- Pembangunan gedung sekretariat Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang berada di area Masjid Ikomah UIN Bandung hingga kini masih mangkrak. Pembangunan tersebut merupakan bagian program pembangunan Masjid Ikomah (Ikatan Keluarga Orang Tua Mahasiswa). Proyek tersebut dimulai sejak kepemimpinan rektor sebelumnya (Alm) Deddy Ismatullah pada 2015.

Pembangunan tersebut menggunakan dana hibah dari orang tua mahasiswa serta pemotongan gaji para dosen dan karyawan UIN Bandung. Ketua DKM Masjid Ikomah, Bachrun Rifa’i menyebutkan bahwa pembangunan gedung tersebut berada di bawah wewenang dan tanggung jawab universitas, termasuk pada perencanaannya. Tugas DKM nantinya mengisi dan melaksanakan apa yang sudah diamanatkan.

“Jadi secara konstruksi itu memang bagian depan universitas atau rektorat. (Dan) itu kan datang awalnya datang dari Rektor (Alm) Pak Deddy, minta uang 2 Milyar untuk membangun sekretariat DKM,” ujarnya saat ditemui Jurnalposmedia di ruang DKM Masjid Ikomah, Jumat (08/03/2019).

Gedung tersebut nantinya digunakan untuk Sekretariat DKM dan IRMA (Ikatan Remaja Masjid) yang di dalamnya juga terdapat  lembaga tahfidz, majelis dan kegiatan masjid lainnya.

Lanjut Bachrun, mangkraknya pembangunan sekretariat tersebut tak bisa dipungkiri terhambat karena faktor biaya. Anggaran untuk pembangunan sekretariat DKM serta masjid yang ada di kampus 1 dan 2 sebesar Rp. 50 Milyar.

Ia juga menuturkan bahwa untuk pembangunan masjid termasuk sekretariat memang cukup sulit. Tidak adanya subsidi dari pemerintah menjadi salah satu kendala. Bahkan untuk dana pembangunan tersebut, awalnya berasala dari dana hibah orang tua mahasiswa dan potongan gaji para dosen serta karyawan.

“Hanya saja, untuk sekarang sudah tidak ada pemotongan gaji lagi, penyaluran hibah dari orang tua pun sudah ditutup, padahal dulu setiap orang tua itu memberikan hibah sekitar 100 ribu per orangnya,” ujarnya.

Ketika Masjid Ikomah sudah rampung, proses pembangunan gedung sekretariat mulai menjadi stagnan. Program hibah tersebut dihentikan setelah melalui proses perundingan. Tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi karena adanya keberatan dan ketakutan tersendiri dari semua pihak. Alhasil pembangunan sekretariat DKM pun tak kunjung usai, sehinnga cukup sulit untuk membuka kembali hal tersebut.

“Suatu saat sih pasti jalan, hanya saja lambat,” tambahnya.

Disinggung mengenai langkah yang sedang dipersiapkan mengenai kejelasan pembangunan, Kepala Bagian (Kabag) Umum, Fathujaman menjelaskan bahwa untuk penyelesaiannya mereka masih menunggu uluran bantuan dana dari pihak luar.  Karena untuk pembangunan masjid tidak bisa dari dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Dana bantuan tersebut merupakan bantuan dari pihak luar yang tidak mengikat, sedangkan dana dari orang tua mahasiswa beliau menyebutkan sama sekali belum diagendakan.

“Saat ini pihak rektorat sedang terus mencari dan membuat proposal ke instansi lain untuk mendapatkan dana hibah.
Sama halnya untuk pembanguan Masjid di Kampus 2,” ujarnya, Senin (11/3/19) melalui pesan singkat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.