Selama Ramadan, Masjid Iqomah Lakukan Berbagai Kegiatan

JURNALPOSMEDIA.COM-Memasuki bulan suci Ramadan, Masjid Iqomah UIN Bandung memiliki beberapa agenda yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Diantaranya, kegiatan nuzulul quran, bakti sosial, iktikaf, kultum setelah salat tarawih, penyediaan takjil dan salat idul fitri berjamaah. Lalu, tadarus al-quran yang dilakukan oleh Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) dan Unit Pengembangan Tilawatil Quran (UPTQ) UIN Bandung.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Iqomah UIN Bandung, Bachrun Rifai ketika ditemui Jurnalposmedia di ruangannya, Kamis, (9/5/2019) siang. Bachrun menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan selaman bulan Ramadan.

Bachrun mengaku, untuk penyediaan takjil, terdapat sekitar 100 atau 150 porsi yang dibagikan kepada seluruh jamaaah masjid Iqomah. Terdiri dari mahasiswa maupun musafir. Dana yang digunakan berasal dari anggaran yang diberikan oleh kampus untuk 100 porsi. Adapun, donatur yang berasal dari dosen dan karyawan untuk 50 porsi takjil.

Adapun untuk pelaksanaan tadarus alquran itu dilakukan setiap hari selama bulan Ramadan dan dikelola oleh LDM dan UPTQ UIN Bandung. Selain itu, pelaksanaan kegiatan nuzulul quran akan dilakukan pada 21 Mei mendatang dengan rincian kegiatan yaitu ceramah dan sholat tarawih berjamaah.

“Perbedaan kegiatan pada nuzulul qur’an ini yaitu mendahulukan salat tarawih lalu ceramah. Berbeda seperti hari lain yang mendahulukan kultum tarawih dahulu baru salatnya,” ungkap Bachrun pada Minggu, (12/5/2019).

Selanjutnya, Bachrun menjelaskan, untuk pelaksanaan bakti sosial dilaksanakan pada 25 Mei mendatang. Diadakan oleh Majelis Taklim UIN Bandung dan anggotanya dari majelis taklim se-kecamatan Cibiru dan Panyileukan. Ditujukan bagi masyarakat penerima manfaat internal itu terdiri dari masyarakat lingkungan kampus seperti petugas kebersihan dan satpam. Sedangkan masyarakat penerima manfaat eksternal itu terdiri dari jamaah dhuafa dari 60 majelis taklim. Barang yang diberikan berupa sembako seperti minyak goreng, gula pasir dan kue kaleng.

Bachrun menuturkan bahwa untuk penyediaan layanan penerima zakat fitrah, masjid Iqomah UIN Bandung tidak melaksanakannya karena kepentingan dari mahasiswa, dosen dan karyawan sebagai penduduk kampus yang berbeda-beda dan cenderung melakukannya dirumah masing-masing.

“Untuk zakat itu ada lembaga kampus yang mengurus yaitu Upzis (Unit Pengelola Zakat Infaq Shodaqoh) yang dikelola oleh wakil rektor 3, namun pengadaan penerimaan zakat fitrah itu tergantung dari Upzis sendiri, akan mengadakannya atau tidak. Jika masjid iqomah itu jelas tidak mengadakan secara langsung (pemberitahuannya) tapi kalau ada yang ingin menitipkan zakat fitrahnya kesini barang satu orang, ya diterima saja. Langsung diberikan kepada masyarakat internal kampus seperti petugas kebersihan dan satpam,” ujar Bachrun.

Selanjutnya ia terkesan atas antusiasme masyarakat internal kampus yang turut mendukung agenda kegiatan masjid Iqomah UIN Bandung selama bulan Ramadan. Termasuk kepada seluruh mahasiswa, dosen dan karyawan yang bahu-membahu membantu perencanaan dan keberlangsungan kegiatan yang sudah di agendakan.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.