Satu yang Tak Membuat Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan

” Aku cinta kamu “
”  Tapi aku tidak “
Setelah itu terjadi hening yang panjang. Yang satunya pura-pura kemasukan setan. Lalu yang satunya otomatis menderita amnesia. Hei manusia,  cinta tak harus berhenti disana. Ada hal yang lebih layak manusia kejar dan cintai. Hanya ada satu. Siapakah gerangan? Jawabannya adalah Tuhan. Pada-pada yang manusia cintai selain Tuhannya,  itu hanyalah nafsu belaka. Menjerumuskan,  membahayakan. Cintai dunia sewajarnya,  namun cintai Tuhan seluas-luasnya.
Seringkali kita mendengar kalimat ini ” Dekati dulu pencipta nya,  baru ciptaanNya “.  Karena hanya Tuhanlah sebaik-baiknya pengharapan.
“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya,” (Imam Syafi’i).
 Alasan mengapa kamu harus mendahulukan cinta pada Tuhan :
1). Kita diciptakan dan diwafatkan oleh Tuhan. Pada dasarnya penciptaan manusia adalah untuk mengabdi kepada Tuhannya. Nikmat dunia hanyalah setetes air belaka. Begitu juga dengan manusia yang kamu cintai,  hei bangun!  Tuhan lebih berarti dari apapun.
2). Cinta manusia terbatas,  tapi Tuhan tidak.
Batas terluas kecintaan manusia di muka bumi ini yakni berasal dari orangtua. Logikanya,  orangtua yang sangat tau tumbuh kembangmu dari mulai kanak-kanak hingga masa sekarang. Karena ada masa dimana kamu nanti akan bertemu dengan jodohmu, dan itu menjadi titik awal perpisahan dengan orangtuamu. Maka berbaktilah sahaja pada orangtua,  toh jodoh sudah Tuhan atur. Pernah mendengar kalimat ini?  ” Perbaiki dirimu,  maka Tuhan akan perbaiki jodohmu”
3) Bisa saja yang kamu cintai baik bagimu,  tapi tidak bagi Tuhan.
Hanya Tuhan yang tau baik buruknya jalan hidup yang harus di jalani setiap makhluk-Nya. Maka gantungkan harapanmu pada tiap-tiap ibadah yang kamu jalani. Capernya cukup pada Tuhan saja ya!
Intinya jangan pernah takut akan jodoh. Bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan. Maka,  cukuplah hantarkan cintamu dalam do’ a pada Tuhan, biar Tuhan genggam do’ amu dan Ia wujudkan.
Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Administrasi Publik semester 5

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.