Browsing Category

Puisi

Kelinci Bulan

Malam itu, bulan tengah berbagi senyumnya di antara bintang Dingin yang menghujam raga bukanlah musuh kita berdua malam itu Seharusnya kita sepakat, malam itu begitu indah, bukan? Ingatkah kamu Han, malam itu imajinasi kita bebas…
Selengkapnya...

Dia Koruptor

Ingin rasanya kutendang para binatang Yang tertidur pulas di antara tumpukan uang Bermimpi indah mengelilingi luasnya samudra Bermandikan permata dari keringat rakyat jelata Para binatang itu kini tertawa Melihat si lemah diam tak…
Selengkapnya...

Kurang Toleransi

Manusia suci Mungkin benar itu kalian Manusia kotor Ya, mungkin itu aku Kalian tak pernah mengerti Tentang setiap ucapan yang keluar dari mulut ini Dan akhirnya kalian menghinaku Berdasarkan gaya bahasaku Kalian menempatkan…
Selengkapnya...

Pak Tua

Matanya telah sayu Pundaknya tak kokoh seperti dulu Pikirannya seringkali berlalu Yang ia pikirkan hanya putrinya slalu Ucapannya hanya tentang Si keras dengan 4000 bahasa Lontarannya hanya tentang Si keras fana dan baka…
Selengkapnya...

Atmosfer Ramadhan

Kala bulan ini datang Hangat, tenang bahkan damai Semua mahkluk beragama islam, Melakukan pembebasan seseorang dari hukuman kesalahan, permintaan maaf Terbelenggu bukan lagi dalam kontradiksi Hanya saja keturunan nabi adam ini tidak akan…
Selengkapnya...

Kusut

Akhirnya kita terjebak di ruang sempit Terjebak di dalam kenangan yang begitu sulit Kenangan yang tercipta di bawah sinar matahari terbit Diatas kabut yang menyelimuti pepohonan hingga mulai kehilangan warnanya   Dalam lamunnya semerdu…
Selengkapnya...