Browsing Category

Sastra

Sepuluh-Lima Puluh

Kudengar kemarin orang baik di panggil Tuhan Esok lusa mungkin dunia ini diisi orang-orang jahat Lantas kusodorkan sahaja soal pilihan ganda pada Tuhan “Omong-omong, Terbilang golongan manakah hamba?” Sertamerta Tuhan bungkam Pesanku…
Selengkapnya...

Reformasi Basi

Pejabat mulai berorasi Menghasilkan beberapa ilusi Rakyat pinggir tetap percaya Oleh kata yang tak kunjung nyata Marak pembunuh Sukma Seakan hal wajib terlaksana Caci maki lewat sosial media Tanpa malu tanpa rasa Heiii!! Tengoklah senja…
Selengkapnya...

Pilu Yang Membara

Aku bukanlah batu Yang keras dan tak berperasaan Aku bukanlah duri Yang disentuh akan menyakiti Beribu kelemahanku Seakan canda dan tawamu Beribu kali tangisanku Seakan hiburan untukmu Sehina itukah aku dimatamu? Serendah itukah aku bagimu?…
Selengkapnya...

Bocah Lumbung

Katanya mimpi adalah gambaran masa depan. Tapi apa benar bila ku mimpi bertemu Tuhan berarti masa ku telah tiba. Mereka bilang usaha dan kerja keras adalah kunci keberhasilan. Tapi lihatlah kenyataan, aku belajar semalaman dan dia yang…
Selengkapnya...

Dasar Malas

Malas Malas Malas Kenapa datang disaat berjuang? Saat dimana ku ingin mengejar Kau menarik kencang untuk kembali ke belakang Untuk kembali diam Tetap di zona nyaman Memang nyaman dan akan selalu nyaman Namun, tak ada pergerakan…
Selengkapnya...

Jejak manismu 

Bangunlah mentari Membentang harapanku adalah engkau Aku harapan insan dengan jejak negerimu Pagi - pagi kuterima madu darah kemerdekaan Kulihat beberapa dari kami membawa duka Di alamat lain, penuh harapan Kubercucu pada samudera…
Selengkapnya...

Senja

Sore itu Menatap sebuah kekosongan Melihat perlahan turunnya matahari Matahari yang menutupi jalannya awan Membuatku ingin menangis Warna awan yang menghiburku Gradasi dari warna terang ke gelap Awan jingga yang mencolok itu Membuatku ingin…
Selengkapnya...