Pak Tua

 

Matanya telah sayu

Pundaknya tak kokoh seperti dulu

Pikirannya seringkali berlalu

Yang ia pikirkan hanya putrinya slalu

 

Ucapannya hanya tentang

Si keras dengan 4000 bahasa

Lontarannya hanya tentang

Si keras fana dan baka

 

Hai pak tua

Sanding aku dengan seonggok kata

Hai pak tua

Fortunaku tak kunjung jua

 

Kenapa hanya diam saat ku bergumam?

Kenapa bisu saat ku memandang jasadmu?

Kenapa kaku saat ku menggores lukamu?

 

Ada apa dengan ragamu pak tua?

Ada apa dengan semayammu yang kumuh ini?

Buana ini menentangku

 

Hai pak tua

Tidakkah kau dengar putrimu ini bertanya?

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.