Puasa Penuh Tantangan di Negeri Sakura

JURNALPOSMEDIA.COM– Jepang memang sudah menjadi salah satu tujuan berlibur favorit di dunia. Berbagai macam keunikan dan budaya yang khas menjadi magnet tersediri bagi wisatawan. Tidak hanya dihuni oleh masyarakat beragama Shinto, Buddha, Kristen dan Katolik saja, ada juga masyarakat beragama Islam. Tentu saja sebagai muslim pada bulan Ramadhan mereka melaksanakan ibadah puasa..

Jika di Indonesia kita berpuasa sekitar 14 jam, di Jepang kita berpuasa 16 jam. Itu artinya kita berpuasa lebih lama dan tentu lebih menguras tenaga. Tidak seperti di Indonesia, dengan mudahnya kita menemukan mesjid atau mushola untuk beribadah, terutama untuk menunaikan sholat tarawih. Di Jepang hanya masjid-mesjid tertentu yang melaksanakan sholat tarawih berjama’ ah.

“Perbedaan waktu paling mencolok bro. Puasa lebih lama dan tarawih di sini itu hanya di masjid-masjid tertentu. Maksudnya tertentu tuh gak banyak, jadi cuma ada beberapa saja bahkan bisa dihitung masjidnya. Qoul atau bacaan sholatnya itu khas lantunan dari negara Islam contoh, Pakistan,” ujar Aldo, mahasiswa asal Indonesia yang berada  di Jepang saat diwawancarai melalui pesan langsung Instagram, Rabu,(29/5/2019)

Para pekerja di jepang pun harus berusaha lebih jika ingin tetap berpuasa. Hal tersebut karena pihak perusahaan tidak memberi dispensasi atau keringanan. Mereka tidak mau melihat pegawainya kelihatan lemas saat bekerja sehingga menganjurkan para pegawai untuk tidak berpuasa. Selain bisa terlihat lemas saat bekerja, membahayakan kesehatan pula. Tantangan itu menjadi risiko yang harus dihadapi para pegawai di Jepang.

Salah satu pegawai perusahaan di Jepang yang berasal dari Indonesia, Kholif Maulana Akbar (20), mengatakan bahwa pegawai dianjurkan tidak berpuasa karena tidak ingin kecelakaan kerja.

“Kalau bekerja di sini biasanya tidak dianjiurkan untuk berpuasa karena perusahaan tidak ingin ada kecelakaan kerja. Jadi boleh puasa asal kita tidak ketahuan dan harus semangat seperti pada umumnya. Tidak terlihat lesu atau malas-malasan,” ujar Kholif saat diwawancarai melalui Whatsapp, Kamis (30/5/2019),

Di Jepang pun ada toko bernuansakan Indonesia. Kita bisa berbuka puasa dengan makanan Indonesia, sesuai dengan selera tentunya.

Apalagi saat ini Jepang mulai memasuki musim panas. Masyarakat muslim yang melaksanakan ibadah puasa harus memiliki semangat lebih. Masyarakat Jepang pada umumnya tidak memermasalahkan orang yang berpuasa,

“Mereka biasa aja sih, ga ikut campur juga,” kata Kholif, Sabtu (1/6/2019)

Banyak hikmah yang bisa diambil dari berpuasa di Jepang. Salah satunya menahan emosi saat bekerja. Hidup di negeri orang memang bukan perkara mudah. Ada rumah yang ditinggal dan jauh dari orang tua maupun keluarga. Dengan modal percaya, mereka berangkat dari Indonesia ke Jepang sana untuk meraih kesuksesan saat muda.

Leave A Reply

Your email address will not be published.