PPMU Kota Bandung Gelar Pelatihan Bahasa Inggris

JURNALPOSMEDIA.COM – Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Pondok Pesantren Mahasiswa Universal Al-Islamy (PPMU) Kota Bandung yang didukung penuh oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI. Membuka sekaligus memulai kegiatan Pelatihan Bahasa Inggris untuk Tenaga Administrasi Profesional pada Senin, (13/7/2020).

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Workshop Bahasa BLKK Pesantren Universal Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.  Dan akan berlangsung sampai tanggal 15 Agustus 2020.

Kepala BLKK Pesantren Universal, Abdullah Safei, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan diikuti oleh 16 peserta terpilih dari puluhan pendaftar pada angkatan pertama. Peserta berasal dari para santri, alumni, dan masyarakat sekitar PPMU.

Para peserta akan mengikuti 240 jam pelajaran (JPL), dengan kombinasi dalam jaringan (daring)  dan luar jaring(luring). Peserta yang dinyatakan lulus, mendapatkan Sertifikat dari BLKK dan berkesempatan mendapatkan Sertifikat Keahlian dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Para peserta dibimbing oleh dua orang instruktur, yaitu Andang Saehu (Ketua Jurusan Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung) dan Ahmad Nurun (Instruktur Bahasa Inggris). Kedua instruktur tersebut juga merupakan Dewan Asatidz PPMU yang sudah memiliki sertifikat keahlian sebagai instruktur dan telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Kemnaker RI sebelumnya.

Pimpinan PPMU Al Islamy, Tatang Astarudin, dalam sambutan pembukaan pelatihan mengemukakan bahwa proses pembangunan saat ini membutuhkan tenaga kerja terlatih. Selain itu, terampil dalam berbagai  bidang, termasuk bidang bahasa.

PPMU Kota Bandung terpanggil untuk terlibat dalam proses menyiapkan angkatan kerja, baik dari kalangan para santri, alumni, dan masyarakat sekitar PPPMU. Tujuannya agar mereka terampil dan berdaya saing menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Bencana Pandemi Covid-19 tidak boleh menyurutkan niat dan upaya komunitas Pondok Pesantren untuk menjadi bagian dari kekuatan kolektif mengantisipasi ancaman resesi ekonomi nasional dan global. Pandemi yang secara simultan sangat berpengaruh terhadap seluruh aktivitas ekonomi, termasuk lapangan pekerjaan.

Pesantren harus terus bergerak dan berupaya membantu pemerintah dan masyarakat, sesuai porsi, posisi, potensi, dan kapasitas masing-masing. “Selebihnya, kita pasrahkan kepada Allah Swt,” tutupnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.