POMPA, Bangun Solidaritas Dan Kekeluargaan

JURNALPOSMEDIA–Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Mengadakan Pekan Orientasi Mahasiswa dan Pengenalan Akademik (POMPA). Bertemakan “Terciptanya solidaritas antar mahasiswa BKI dengan menjunjung nilai-nilai kekeluargaan” yang diadakan di aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Bandung, jum’at (11/10/19).

Ketua Pelaksana, Muhammad Ahyani menjelaskan makna dari tema tersebut adalah agar terciptanya harmoni hubungan baik antar sesama mahasiswa terkhususnya di jurusan BKI. Ia juga menjelaskan bahwa tujuan dari POMPA sendiri adalah agar mematangkan mental para peserta sekaligus membangun kekeluargaan yang solid.

Dalam sambutannya Ketua Jurusan BKI, Dudy Imanuddin mengharapkan dengan adanya kegiatan POMPA ini agar para peserta dapat lebih solid dalam kekeluargaan antar sesama mahasiswa jurusan. Adapun, untuk membangun kesolidan hal yang harus diutamakan adalah cinta terhadap keluarga itu sendiri.

“Hal yang paling utama adalah cinta terhadap keluarga, membangun keintiman dengan rekan, dan juga dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh rasulullah. Untuk menjadi anggota keluarga yang solid ada 3 hal yang harus diperhatikan. Yaitu keintiman, gairah, dan juga komitmen,” tuturnya.

Sebelum menghadapi acara utama POMPA para peserta dipersiapkan dengan fase mentoring yang dimulai dari tanggal 16 september hingga 6 oktober. Fase mentoring bertujuan untuk mempersiapkan para peserta agar berekspektasi lebih terhadap diri mereka masing-masing. Pun, juga guna mengenalkan mereka dengan hal-hal seputar kampus.

Berbeda dengan ospek jurusan pada umumnya, POMPA mengusung nuansa alam bebas sebagai kegiatan utama dengan mengadakan camping ceria. Kegiatan ini bertujuan untuk menekankan kemandirian, kepedulian, dan juga kekeluargaan dalam diri peserta.

Kegiatan POMPA disambut antusias dari para pesertanya, Ahyani mengaku bahwa antusiasme peserta sangatlah meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti sampai 181 orang, dan juga Dapat dilihat dari awal fase mentoring mereka selalu datang dan tidak pernah absen, ungkap Ahyani.

“Saya berekspektasi tinggi terhadap para mahasiswa baru agar menjadi mahasiswa yang sebenarnya. Mental, sifat, dan juga karakteristik lebih terbentuk dan lebih baik daripada kami. Mereka juga paham arti dari kekeluargaan tidak hanya sekedar untuk acara POMPA saja, tapi untuk kedepannya juga,” pungkasnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.