Hari Kebebasan Pers Sedunia: Pers di Indonesia Masih Belum Baik

JURNALPOSMEDIA.COM – Hari Kebebasan Pers Sedunia diperingati setiap 3 Mei semenjak tahun 1993 ketika adanya keputusan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kebebasan pers ini dirayakan sebagai bentuk pengingat prinsip dari dasar kemerdekaan pers itu sendiri, yang juga ditujukan untuk menjadi tolak ukur kebebasan pers di setiap negara.

Kebebasan pers artinya kebebasan seseorang untuk mendapatkan informasi dari berbagai media massa, dengan tidak melanggar asas-asas atau norma-norma yang berlaku. Media sendiri memiliki peranan paling penting dalam kebebasan pers itu sendiri yaitu, menjadi medium atau perantara kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi.

Kebebasan Pers di Indonesia

Kebebasan pers di Indonesia sendiri  berawal dari pengesahan UU No. 44 Tahun 1999 tentang Pers, yang berisi tentang pencabutan wewenang atau kuasa pemerintah dalam mensensor  atau menghentikan peradaran informasi secara paksa. Pengesahan tersebut dilakukan oleh Presiden BJ Habibie pada 23 September 1999.

Menurut Abdul Manan, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) pada diskusi daring tentang “Ethics and Freedom of The Press” (30/4) lalu mengungkapkan, terdapat tiga hal yang membuat kebebasan pers di Indonesia tahun 2020 belum berkembang. Hal pertama yang diungkapkan adalah sistem yang korup sehingga membuat lembaga negara tidak berfungsi dengan baik.

Hal kedua yaitu kurangnya kesejahteraan di kalangan wartawan. Menurut Abdul, pers di Indonesia akan sulit tumbuh jika kondisi kesejahteraan wartawan juga memprihatinkan. “Jika gaji wartawan tidak cukup, dia tidak akan menghasilkan karya jurnalistik yang baik. Konsentrasinya akan terpecah dengan membuat berita yang bagus, dengan ada uang untuk membayar sekolah anaknya. Jadi, itulah mengapa kesejahteraan adalah hal penting jika kita berbicara kebebasan pers,” jelasnya.

Serta hal terakhir yang memengaruhi belum tumbuhnya kebebasan pers di Indonesia yaitu iklim ketakutan. Hal itu disebabkan karena angka kasus ancaman yang dihadapi wartawan Indonesia tak terbendung. Ancaman yang diterima tidak berupa ancaman fisik saja, melainkan berbagai regulasi yang mengekang wartawan dalam memperjuangkan kebebasan pers.

“Berdasarkan monitoring AJI, kita malah berada dalam ancaman dari berbagai sisi, dari regulasi wartawan berhadapan dengan KUHP dan UU ITE. Dua pasal tersebut yang banyak dikritik karena dengan sangat memenjarakan wartawan,” ungkapnya yang dilansir dari voaindonesia.com.

Pers Indonesia ditengah Pandemik Corona

Meskipun dinilai kebebasan pers di Indonesia masih belum tumbuh baik. Di tengah pandemi Covid-19 ini media massa berusaha untuk dapat memberikan informasi kepada masyarakat dengan optimal namun tidak mengabaikan poin penting.

Dikutip dari kompas.com, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) memberikan catatan bagi media massa di Indonesia terkait pemberitaan Covid-19. Seperti dengan tak membeberkan identitas Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjangkit virus. Selain itu, media tidak diperbolehkan mengeksploitasi korban demi sebuah sensasi dalam pemberitaan. Media juga diingatkan untuk menghindari konten yang dapat menimbulkan kepanikan masyarakat.

Serta yang terakhir, kejaminan perlindungan pada jurnalis. Perusahaan media harus mengusahakan untuk melindungi karyawannya dari penyebaran virus corona itu sendiri. “Perusahaan media harus ingat dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, para pemberi kerja harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja para jurnalis,” ujar Asnil, ketua AJI Jakarta.

Media menjadi sarana utama masyarakat dunia untuk mengonsumsi berbagai informasi terkait corona. Dengan poin penting yang diingatkan untuk media massa dalam pemberitaan corona, diharapkan agar media lebih bijak dan visioner tentang dampak yang dapat terjadi dari informasi yang media tersebut sampaikan. Juga diharapkan agar kebebasan pers di Indonesia di tengah pandemik ini tetap sesuai kaidah dengan tidak meninggalkan konten penting yang dibutuhkan masyarakat.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.