Perbaiki Perubahan Iklim Lewat Earth Hour 2018

JURNALPOSMEDIA.COM–Earth Hour (EH) Bandung kembali menggelar Seremoni Earth Hour tingkat Kota Bandung dan tingkat Provinsi Jawa Barat pada 24 Maret 2018 mendatang. Earth Hour hadir sebagai sebuah gerakan global untuk menyadarkan orang terhadap perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan Koordinator EH Saeful Hamdi, dalam acara Press Conference di 18th Restaurant & Lounge Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Batununggal, Bandung, Selasa (20/03/2018).

EH 2018 mengangkat tema Connect2Earth, artinya membangun kesadaran publik supaya terhubung kembali dengan bumi sebagai tempat tinggal bersama makhluk hidup lainnya. EH tingkat Kota Bandung akan dilaksanakan di kawasan Trans Studio Bandung, sedangkan tingkat Provinsi Jawa Barat bertempat di Halaman Gedung Sate. EH akan diisi berbagai rangkaian kegiatan dan puncaknya yaitu simbolisasi pemadaman serentak pukul 20.30-21.30 WIB.

“Earth Hour di Bandung, tidak hanya melaksanakan seremoni pada 24 Maret nanti. Puncak kegiatan dilaksanakan oleh 187 negara, jadi negara yang melangsungkannya serentak melakukan pemadaman di tanggal 24 Maret pukul 20.30-21.30 sebagai simbol utama Earth Hour,” kata Saeful.

EH Bandung memiliki empat program utama selama satu periode. Keempat program tersebut ialah Simargi (simbolisasi hemat energi), Bandung Semalam (serentak matikan lampu) setiap Jumat, Aksi Publik yakni kegiatan tematik seperti ketika peringatan hari peduli sampah nasional, dan kampanye beli yang baik. Aksi tersebut bertujuan mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan energi, serta mengimbau untuk bersama mengurangi efek negatif perubahan iklim.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Dewi Rohayati, mengajak anak muda untuk terus melakukan hal-hal positif dengan berlaku bijak energi untuk kehidupan yang lebih efektif. Ia juga berharap dengan adanya aksi ini bisa memperbaiki perubahan iklim. “Mudah-mudahan perubahan iklim ada perbaikan, dan bumi kita tidak semakin panas. Karena apabila suhu bumi semakin panas dua derajat, maka akan ada kepunahan keanekaragaman hayati.” tutup Dewi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.