Alexander Fleming, Penemu Antibiotik Pertama

JURNALPOSMEDIA.COM – Alexander Fleming adalah seorang dokter sekaligus ahli bakteriologis yang berhasil menemukan antibiotik pertama di dunia. Berfungsi sebagai pembunuh bakteri akibat infeksi, penemuannya itu dikenal dengan nama penisilin.

Lahir di kawasan pedesaan Lochfield, Ayrshire Timur, Skotlandia pada 6 Agustus 1881. Alexander merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Selain itu, Ia memiliki empat saudara tiri dari hasil pernikahan pertama sang ayah. Kedua orangtuanya, Hugh Fleming dan Grace Stirling bekerja di bidang pertanian.

Masa kecil Alexander dihabiskan di kota kelahirannya hingga berusia 14 tahun, lalu pindah bersama salah satu kakaknya ke London. Disana ia melanjutkan pendidikannya di Politeknik Regent Street (Universitas Westminster). Sempat bekerja menjadi petugas pengiriman selama empat tahun, kemudian Ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Kedokteran Rumah Sakit St. Mary pada 1901.

Semasa hidupnya, Ia pernah menikah sebanyak dua kali. Pernikahan pertama terjadi pada tahun 1915 dengan seorang suster asal Irlandia, Sarah Marion McElroy. Dari pernikahan pertama ini membuahkan seorang anak laki-laki bernama Robert pada 1924. Namun sayangnya, pada 1949, Sarah yang telah mengganti namanya menjadi Sareen meninggal dunia. Kemudian, pernikahan kedua dilakukan pada 1953 dengan rekan semasa sekolahnya di St. Mary yaitu Amalia Koutsouri Vourekas asal Yunani.

Karir dan Penemuannya

Alexander Fleming awalnya bercita-cita menjadi dokter bedah, kemudian Ia berpindah haluan untuk mendalami bidang bakteriologi. Alasannya karena pengalamannya bekerja di laboratorium Departemen Inokulasi Rumah Sakit St Mary. Disana Ia bekerja dibawah bimbingan Almroth Edward Wright, seorang pakar ilmu bakteri dan ketahanan tubuh yang menggagas terapi vaksin, salah satu langkah revolusi dalam bidang perawatan medis.

Saat Perang Dunia I, Alexander turun tangan dengan bergabung di korps medis. Ia bekerja sebagai bakteriologi yang mempelajari infeksi luka di laboratorium di Boulogne, Perancis. Pada saat bertugas itulah Ia menyadari bahwa penggunaan antiseptik berlebihan untuk luka pada saat itu ternyata membahayakan, karena dapat mengurangi fungsi kekebalan tubuh mengatasi bakteri.

Setelah Perang Dunia I berakhir, Alexander diangkat menjadi asisten direktur di Departemen Inokulasi. Semenjak saat itulah, Ia menemukan beberapa penemuan medis diantaranya lisozim, enzim yang ada pada tubuh manusia.

Lisozim menjadi penemuan utamanya akibat unsur ketidaksengajaan. Pada saat itu, Ia pernah mengalami demam dan tak sengaja lendur dari hidungnya jatuh ke wadah pembiakan bateri. Disitulah, Ia melakukan beberapa eksperimen. Lalu, lisozim menjadi salah satu temuan yang memberikan dampak signifikan untuk pemahaman sistem kekebalan tubuh manusia dalam melawan infeksi.

Pada September 1928, Fleming menemukan wadah pembiakan bateri Staphylococcus aureus miliknya terkontaminasi jamur. Teridentifikasi bahwa jamur tersebut ialah Penicillium notatum, dan jamur tersebut berhasil menghambat pertumbuhan bakteri. Setelah melakukan beberapa percobaan dan eksperimen, disimpulkan bahwa substansi jamur tersebut merupakan sebuah antibiotik yang kemudian memiliki nama Penisilin.

Alexander Fleming meninggal dunia akibat serangan jantung saat berada di kediamannya di London, pada 11 Maret 1955. Alexander kemudian dimakamkan di Katedral St. Paul di London.

 

Rekomendasi

1 Comment

  1. Awel says

    Mantap

Leave A Reply

Your email address will not be published.