Mungsolkanas Masjid Tertua di Kota Bandung

JURNALPOSMEDIA.COM – Kota Bandung tidak hanya menyajikan kuliner dan keindahan alamnya saja, melainkan juga tempat-tempat bersejarah, seperti Masjid Mungsolkanas. Masjid tersebut berbeda dengan masjid pada umumnya yang mengambil nama dari bahasa Arab. Masjid Mungsolkanas memiliki arti nama yang unik, yakni singkatan dari bahasa Sunda “Mangga urang ngaos selawat ka Kanjeng Nabi SAW.”

Masjid ini disebut-sebut sebagai masjid tertua di Kota Bandung dengan umur 148 tahun, terletak di Jalan Cihampelas, Gang Wiranataatmadja, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. masjid ini dibangun pada zaman Belanda tahun 1869 oleh seorang perempuan bernama Lantenas dan diberi nama Mungsolkanas oleh R Suradimadja atau Mama Aden yang masih bersaudara dengan Lantenas.

Pada saat itu masjid masih berbentuk panggung yang terbuat dari kayu, namun dari tahun ke tahun bangunan masjid terus mengalami renovasi. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Ikin Bakid Sajamiharja mengatakan masjid telah direnovasi sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 1956,1993, dan 2009. . “Dulu masjid hanya berukuran 80 meter persegi, sekarang diperluas jadi 90 meter persegi,” ujarnya.

Hingga saat ini masjid memiliki tiga lantai dan didominasi warna cokelat. Dindingnya berlapiskan marmer dan berlantaikan kayu. Di bagian atap terdapat jendela-jendela kecil yang melengkung. Ikin menjelaskan jendela tersebut bermakna bahwa umat Islam yang memiliki satu tujuan kepada Allah. Lalu di lantai dua terdapat Al-quran yang tersimpan apik dalam lemari kaca. Al-quran tersebut konon ditulis tangan dan berusia sama dengan masjidnya.

Di lantai tiga terdapat lengkungan kubah, sepintas bentuknya hampir sama dengan kubah pada umumnya. Namun ada makna lain yang terdapat pada ornamennya. Ada 25 tiang penyangga yang terdapat pada kubah, sama dengan jumlah 25 Nabi yang diimani umat muslim. Tidak jauh dari bangunan kubah, terdapat satu ruangan sempit yang memilki banyak tangga. Ikin mengatakan tangga tersebut dirancang setinggi 17 meter yang bermakna 17 rakaat salat.

Namun ia menyayangkan hingga saat ini belum ada riwayat sejarah secara detail mengenai masjid ini. “Sayang sekali dokumen yang membahas masjid ini sudah banyak yang hilang,” terang Ikin.

Tokoh di Kota Bandung seperti Ahmad Heryawan dan Ridwan Kamil seringkali datang untuk beribadah dan bersilaturahmi dengan warga sekitar. Meski bangunan bersejarah ini adalah masjid tertua tetapi tidak termasuk dalam cagar budaya Kota Bandung. Bahkan saat ini masjid sudah dihimpit gedung-gedung pencakar langit. Letaknya yang berada ditengah-tengah kota tidak mengganggu kenyamanan pada masjid ini.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.