Monolog Parade Tikus, Realita Wakil Rakyat

JURNALPOSMEDIA.COM-Dalam rangkaian acara gandrung milad ke-32 Teater Awal. Monolog Parade Tikus mengawali acara pada hari ke-3 di Aula Abdjan Solaeman, Rabu (9/10/2019). Pementasan monolog yang bercerita tentang analogi wakil rakyat sebagai tikus sukses menarik perhatian para apresiator. Khususnya mahasiswa, mengingat pesannya sangat relevan dengan realita wakil rakyat saat ini.

Parade Tikus menceritakan tentang wakil rakyat yang dianalogikan sebagai tikus dimana diperankan oleh Hendi Bugis yang merupakan seorang mahasiswa UIN Bandung. Dalam monolog ini Hendi berperan sebagai seorang ilmuwan yang sedang meneliti tikus hingga mengingat akan masa mudanya. Ilmuwan yang dulunya seorang aktivis kampus teringat akan keserakahan pemerintah. Khususnya kasus korupsi yang tak kunjung usai.

Monolog karya Welly SK ini diperankan oleh teater awal bertujuan untuk menyampaikan kepada apresiator tentang kiasan ‘Tikus’. Yakni, maksudnya ialah wakil rakyat apalagi mengingat kemarin sedang gencar-gencarnya aksi mahasiswa menuntut para wakil rakyat tersebut.

Menurut Ketua Umum Teater Awal, Urip maksud dari monolog ini adalah mengkritik birokrasi ataupun pemerintah saat ini.

“Sangat relevan dengan kejadian baru-baru ini dan kebetulan kemarin ada RUU yang dilemahkan oleh pemerintah. Yaitu RUU KPK sendiri, ini menjadi perwakilan untuk mengkritik pemerintah saat ini,” tutur Urip.

Urip juga menyampaikan bahwa persiapan pementasan tidak jauh berbeda dari dua pementasan kemarin yang sudah dimulai sejak 3-4 bulan yang lalu. Pementasan yang dimulai dari jam 15.30 – 17.55 ini mengundang banyak antisipasi dari penonton terlihat dari jumlah penonton yang sudah banyak berdatangan dari jam 15.00.

“Sejauh ini alhamdulillah dari tahun ke tahun apresiator terus bertambah. Walaupun ticketing lebih mahal dari sebelum sebelumnya tetapi penonton malah makin banyak,” tambahnya.

Urip berharap dengan respon baik dari penonton menjadi tolak ukur kesadaran pribadi akan pementasan teater, “Bahwa teater bisa menjadi dakwah yang tersirat. Selain kita menonton diharapkan pesannya bisa sampai kepada teman teman semua,” tuturnya

Salah satu pemeran monolog, Hendi Bugis mengungkapkan dirinya mengajukan diri sendiri karena tertantang dalam mendalami peran pada monolog ini.

“Kesulitannya pendalaman karakter sebagai ilmuwan, tetapi hal itu menjadi tantangan saja,” ungkap Hendi. Ia sendiri sudah lama berkiprah sebagai pemain di teater awal namun ia baru sekali memerankan monolog.

Satu diantara penonton, Rika Ananta sekaligus mahasiswa jurusan Bahasa Sastra Inggris mengungkapkan sangat mengapresiasi penampilan tersebut.

“Penampilannya luar biasa, walaupun bermain sendiri, aktor ini menyampaikan pesannya dengan sangat baik, keren,” pungkasnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.