Minat Baca Mahasiswa Kurang , Toko Buku Sekitar UIN Bandung Sepi

JURNALPOSMEDIA— Toko Buku merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh mahasiswa. Namun, nasib toko buku yang berada disekitar kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung cenderung sepi. Salah satunya adalah toko buku Iqra yang berada di Gang Kujang, Jalan Raya Cipadung, Kota Bandung. Berdasarkan pantauan, Jum’ at (03/05/2019), toko buku tersebut cenderung sepi, hanya beberapa pengunjung saja yang datang.

Pemilik Toko Buku Iqra’, Chairil mengaku, toko buku miliknya sudah berdiri sejak tahun 1983. Pada awalnya toko buku iqra’ hanyalah sebagai supplier buku-buku pelajaran untuk mata kuliah yang diajarkan di UIN. Namun seiring berjalannya waktu, sekarang toko buku miliknya sudah menyediakan bermacam jenis buku seperti novel, buku umum dan lainnya.

“Kebanyakan mahasiswa yang datang hanya mencari buku pelajaran saja. Tapi ada beberapa mahasiswa yang mencari buku bacaan biasa. Malahan ada yang memesan buku jenis-jenis tertentu,” ujar Chairil saat diwawancarai di toko bukunya, Jum’ at (03/05/2019).

Ketika ditanya tentang kondisi tokonya yang sepi, ia menuturkan, bahwa minat membaca dikalangan mahasiswa belakangan ini memang sangat menurun. Apalagi jika dibandingkan dengan beberapa tahun kebelakang.

“Secara umum daya baca bangsa kita ini lemah. Mungkin memang ada beberapa yang suka membaca. Tapi secara umum daya baca itu mulai menurun terus. Ditambah lagi zaman sekarang buku itu mahal. Jadi peminatnya pun semakin berkurang,” katanya.

Kurangnya minat mahasiswa terhadap buku, menurut Chairil salah satu penyebabnya adalah munculnya Electronic Book atau E-Book. E-Book lebih praktis dan tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Tidak seperti buku-buku fisik yang cenderung lebih besar dan mahal.

Chairil berharap para dosen menularkan budaya ‘gila membaca’ kepada mahasiswanya. Ia percaya bahwa dosen mempunyai kewajiban dan juga pengaruh yang besar untuk meningkatkan minat membaca di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati.

Toko buku lainya di sekitar kampus UIN yaitu Toko Buku Hidayah yang berada di depan kampus UIN Bandung tidak jauh berbeda dengan Toko Buku Iqra. Toko buku ini pun menyediakan berbagai macam buku, namun lebih terfokuskan pada buku-buku pemikiran.

Wahyu Hidayat, pemilik Toko Buku Hidayah mengaku, penjualan di toko bukunya beberapa tahun kebelakang ini berkurang drastis. Menurutnya, hal ini menandakan berkurangnya minat mahasiswa terhadap membaca.

“Minat mahasiswa terhadap membaca (belakangan) ini menurun, dan menurunnya drastis. Mungkin salah satu penyebabnya adalah (fasilitas) online. Saya kurang tahu mereka (mahasiswa) terlena dengan online atau game. Tapi minat mereka memang berkurang,” tuturnya.

Wahyu berharap mahasiswa melestarikan kembali budaya membaca.

“Kalau daya baca nya kurang bisa berakibat fatal. Soalnya peradaban islam maju juga karena membaca. Kaya ayat pertama yang turun juga kan Iqra’ artinya bacalah,” tambahnya.

Aisyahrani Arifin, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab semester 2, mengaku bahwa dirinya belum pernah membeli buku di toko buku sekitar kampus. Ketika ditanya alasannya, Ia berkata bahwa dirinya lebih nyaman membeli buku di toko buku ternama. Menurutnya, tempatnya lebih nyaman dan lebih lengkap.

“Belum pernah beli buku di sekitar kampus. Lebih nyaman beli di toko buku besar, lebih lengkap,” tuturnya.

Sama seperti Aisyahrani, dua mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah semester 2, Taufik Abdul Khalik dan Annisa Triutami menuturkan, mereka belum pernah membeli buku di toko buku sekitar kampus. Menurut mereka buku-buku yang ditawarkan relatif kurang beragam dan lengkap.

“Kalau beli buku belum pernah di sekitar kampus. Soalnya bukunya kurang beragam dan kurang lengkap juga,” ujar Taufik.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.