Menyantap Seafood Bernuansa Tropis di Warung Tropical

JURNALPOSMEDIA.COM – Wisata bahari selalu mampu menyuguhkan dua kombinasi apik keindahan alam dan kulinernya. Terlebih saat berbicara mengenai kuliner seafood atau makanan lautnya. Mulai dari berbagai jenis kerang, ikan, udang, lobster, dan masih banyak lagi.

Tak terkecuali di Pangandaran, Jawa Barat. Bagi daerah yang notabene dekat dengan lokasi pantai itu, deretan rumah makan seafood sudah barang tentu menjadi surga tersendiri bagi para pemburu kuliner di sana. Salah satunya, rumah makan Warung Tropical.

Rumah makan tersebut terletak di Pantai Madasari yang kurang lebih memakan waktu satu jam perjalanan dari Pantai Pangandaran. Wisatawan bisa menuju lokasi tersebut dengan mengakses Google Maps.

Sesuai namanya yang bernuansa tropis, suasana Warung Tropical sangat menyatu dengan alam. Saungnya beratap daun kelapa yang berlapis-lapis, lalu ada mini bar yang disusun dari batu-batu hingga menambah estetikanya.

Pemandangan di depan Warung Tropical juga langsung menghadap pantai dengan bebatuan kapur yang besar dan pepohonan. Salah satu warga sekitar, Aep, mengatakan pepohonan yang berada di atas batu kapur itu rata-rata adalah bibit pohon yang terbawa oleh burung elang dan bangau.

“Kapur itu bisa membuat pohon tumbuh. Air laut dan hujan membantu proses pertumbuhannya sehingga banyak pohon di atas batu kapur itu,” ujarnya kepada Jurnalposmedia (26/9/2020).

Lebih lanjut, Warung Tropical juga memiliki sejumlah menu khas yang menggiurkan. Rumah makan tersebut menyediakan menu lobster bakar dengan sambal honje (kecombrang) dan sambal kecap.

Pemilik rumah makan yang kerap disapa Khoer, membeberkan harga lobster saat sedang musim mencapai Rp280 ribu per satu kilogram.

“Ketika sedang tidak musim, dipatok Rp180 ribu untuk per kilogramnya. Lalu ada juga lobster yang khusus diekspor ke luar negeri, itu untuk ukuran 1 kg dapat lima buah sekitar Rp480 ribu,” katanya.

Ia pun mengungkap saat suasana rumah makan sedang ramai bisa menghabiskan lobster sebanyak 10-20 kg. Namun jika sepi, hanya menghabiskan 4-5 kg lobster. Rasa nikmat dari menu satu ini juga tak dapat dipungkiri salah satu pengunjung, Awan.

“Rasa dari lobster bakar ditambah dengan sambal honje-nya sangat nikmat. Ditambah lagi dengan perpaduan nasi liwet hangat dan makan bersama memakai daun pisang yang disediakan oleh pihak Warung Tropical,” jelasnya.

Adapun selain lobster, terdapat olahan seafood lainnya yaitu udang dan ikan bakar. Salah satu menu unik bernama sayur pakis juga jadi andalannya. Menu tersebut terbuat dari sayur paku yang dioseng dengan kecombrang.

Seusai kenyang menyantap menu makanan, pengunjung bisa beralih memuaskan dahaga dengan minuman kelapa. Rasa kelapa yang biasanya tidak terlalu manis tidak berlaku di Warung Tropical. Bahkan, para pengunjung mengira adanya tambahan gula pada kelapa bercangkang jingga itu.

“Kelapa di sini sangat berbeda dari yang lain, karena walaupun ukurannya kecil tapi manisnya pas dan enak. Tidak sia-sia perjalanan selama satu jam ke Pantai Madasari untuk menikmati liwet, lobster bakar dan kelapanya,” pungkas salah satu pengunjung, Lutfi.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.