Menindak Lanjuti Surat DLHK, Warga Tamansari Kembali Gelar Aksi

JURNALPOSMEDIA.COM– Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Penggusuran (ARAP) bersama sejumlah warga dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Kamis (12/04/2018).

Aksi tersebut digelar sebagai tindak lanjut terhadap surat imbauan yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Prasarana Sarana Utilitas Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung. Yaitu tentang penghentian sejumlah aktivitas pembangunan fisik rumah deret di wilayah RW 11, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Salah seorang perwakilan massa aksi Veru menyebutkan perlunya penarikan alat berat untuk menghentikan pembangunan rumah deret dan peninjauan langsung ke lokasi oleh Pemerintah Kota Bandung kaitannya dengan surat imbauan yang telah dikeluarkan oleh DLHK. “Tuntutannya agar alat berat (bechoe) itu ditarik dan harus ada peninjauan dari Pemkot Bandung terhadap pembangunan rumah deret,” ujarnya.

Dalam aksi ini, massa menuntut enam poin diantaranya, yaitu menghentikan pembangunan rumah deret dan segala bentuk intimidasi terhadap warga disertai dengan menarik alat berat dari lokasi. Kemudian perlunya peninjauan langsung ke lokasi oleh Pemkot Bandung, mengusut kasus kekerasan pada warga dan massa solidaritas aksi pada (7/3) lalu, juga menghentikan penggusuran atas nama estetika kota.

Lebih lanjut, ia menambahkan mengenai kejadian ini yaitu perlunya penegakan hukum yang sesuai dengan keberpihakan terhadap rakyat. “Harapannya hukum ditegakkan sesuai kepentingan rakyat serta hentikan proyek rumah deret.” tutupnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.