Mengenal Soekarno Sang Proklamator Bangsa

JURNALPOSMEDIA.COM-Tepat hari ini 17 Agustus, 74 tahun yang lalu Indonesia mengambil langkah besar dengan memproklamasikan diri sebagai bangsa yang mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa perjuangan, kemerdekaan yang diraih Indonesia merupakan hasil perlawanan selama ratusan tahun tanah air Indonesia dijajah oleh asing.

Momen yang tak akan pernah dilupakan oleh setiap masyarakat Indonesia adalah proklamasi. Dibacakan oleh tokoh yang sangat berpengaruh yakni, Presiden Indonesia Pertama, Ir. Soekarno.

Soekarno dilahirkan di Surabaya 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo. Ia merupakan anak yang berprestasi sejak kecil bahkan Soekarno mampu menguasai begitu banyak bahasa sehingga dikenal dengan kecerdasannya di mata dunia.

Nama lengkap : Ir. Soekarno

Nama panggilan : Bung Karno

Nama kecil : Kusno

Tempat, tanggal lahir : Blitar, 6 Juni 1901

Agama : Islam

Nama Isteri : (1) Fatmawati (2) Hartini (3) Ratna Sari Dewi

Pendidikan :

  • HIS di Surabaya
  • Hoogere Burger School (HBS)
  • Technische Hoogeschool (THS) di Bandung

Meninggal : 21 Juni 1970

Dimakamkan : Blitar, Jawa-Timur

Masa Kecil Soekarno

Sumber Gambar: akupaham.com

Masa kecil Presiden Soekarno bersama kedua orang tuanya di Blitar tidak dihabiskan dalam waktu lama. Ayahnya adalah Raden Soekemi Sosrodihardjo yang merupakan seorang guru di Jawa, tepatnya di Surabaya. Sedangkan Ibunya adalah Ida Ayu Nyoman Rai yang asalnya dari Buleleng, Bali. Selanjutnya Beliau tinggal dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjoko yang ada di Tulung Agung, Jawa Timur. Beliau sempat bersekolah di sana meski tidak hingga selesai lantaran kembali ikut orang tuanya ke Mojokerto.

Masa Pergerakan Nasional

Sumber Gambar: fimela.com

Pada masa pergerakan nasional dimana di tahun 1926 Soekarno muda mendirikan Algemene Studie Club yang ada di Bandung. Ternyata organisasi ini jadi awal mula mendirikannya Partai Nasional Indonesia dimana didirikan di tahun 1927. Ternyata organisasi ini jadi awal mula mendirikannya Partai Nasional Indonesia dimana didirikan di tahun 1927. Selanjutnya aktivitas Soekarno di Partai Nasional Indonesia pun menyebabkannya ditangkap oleh Belanja pada Desember 1929 lalu memunculkan pledoi fenomenal saat itu yaitu Indonesia Menggugat. Beliau kemudian dibebaskan saat 31 Desember 1931.

Selanjutnya Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia atau Partindo pada Juli 1932 dimana partai ini adalah pecahan Partai Nasional Indonesia. Karena aktivitasnya ini, Soekarno pun kembali ditangkap pada Agustus 1933 lalu diasingkan ke Flores. Pada kondisi ini, Soekarno pun hampir dilupakan para tokoh nasional karena lokasinya yang jauh dan terasing. Meski begitu, semangat Soekarno pun tidak pernah runtuh meski dalam pengasingan yang bisa tersirat dari setiap surat ke Ahmad Hassan yang merupakan Guru Persatuan Islam. Biografi Soekarno masih berlanjut dalam masa pengasingan yang dipindahkan ke Provinsi Bengkulu di tahun 1938. Soekarno pun bisa bebas di masa penjajahan Jepang di tahun 1942.

Masa Penjajahan Jepang

Ketika awal masa penjajahan Indonesia oleh Jepang sekitar tahun 1942 sampai 1945, pemerintah Kepang masih belum memperhatikan tokoh dari pergerakan Indonesia. Hal ini bisa terlihat dari Gerakan 3A yang tokohnya adalah Shimizu dan Mr. Syamsuddin dimana mereka berdua kurang populer. Tapi pada akhirnya pada masa pemerintahan Jepang, tokoh Indonesia ini kemudian mulai diperhatikan lalu dimanfaatkan juga mulai dari Soekarno, Moh Hatta dan masih banyak lagi beserta organisasinya, sehingga diusahakan bisa menarik perhatian dari penduduk Indonesia.

Disebutkan ragam organisasi mulai dari Jawa Hokokai, BPUPKI, Pusat Tenaga Rakyat (Putera) hingga PPKI dengan tokoh mulai dari Soekarno, Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, hingga K.H Mas Mansyur dan tokoh yang lainnya yang aktif dalam aktivitas pergerakan nasional. Akhirnya, para tokoh nasional ini kemudian bekerja sama bersama pemerintah Jepang dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Meski begitu, tetap ada yang melakukan gerakan bawah tanah yaitu Amir Sjarifuddin dan Sutan Syahrir, mengingat mereka menganggap jika Jepang merupakan fasis berbahaya.

Momen Proklamasi 17 Agustus 1945

Sumber Gambar: merdeka.com

Salah satu peristiwa yang menjadi tonggak sejarah adalah pengasingan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Orang yang mempelopori peristiwa ini adalah kaum pemuda yang saat itu mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Akhirnya setelah melewati berbagai perundingan dengan banyak tokoh pejuang, pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno membacakan teks proklamasi untuk menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara yang berdaulat. Peristiwa ini disambut dengan suka cita seluruh rakyat Indonesia yang bisa lepas dari belenggu penjajah setelah ratusan tahun. Setelah itu Soekarno pun diangkat menjadi Presiden Pertama Indonesia dan Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden Pertama Indonesia.

Kemerdekaan ini pula tidak lepas dari jasa, darah dan keringat perjuangan para pahlawan.Sebagai bangsa yang menghargai pahlawannya, ada baiknya kita bisa mengetahui biografi Soekarno, Sang Proklamator.

Dirgahayu Indonesia ke 74.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.