Mencari Rejeki Menyusuri Sungai Citarum

JURNALPOSMEDIA.COM – Sinar matahari tercermin di bantaran sungai Citarum, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Panas terik pun menyinari Ade (47), seorang lelaki tua berkulit legam. Setiap hari Ade mendayung perahunya, mencari sampah yang mengambang di sungai Citarum.

Ade adalah salah satu dari banyak pemulung sampah di sungai Citarum. Dengan mengandalkan perahu tua dan sebuah bambu kecil ade mengambil sampah yang berserakan di aliran sungai.

“Hari ini hanya dapat sedikit” ujarnya, Rabu (7/6/2017). Ia mengumpulkan sekitar 40 hingga 50 Kilogram gundukan sampah setiap harinya, namun hari ini hanya mendapat 20 Kilogram saja. Hal itu dikarenakan pintu air Baleendah yang ditutup akibat banjir dua hari yang lalu.

Sampah yang ia ambil berupa benda-benda berbahan plastik dan besi-besi bekas. Hasil mengumpulkan sampah tersebut, ia jual seharga 2 ribu rupiah perkilonya. Penghasilannya sekitar 50 ribu rupiah perhari.

Siang itu Ade menepikan perahunya tepat dibawah jembatan bantaran sungai Citarum, untuk beristirahat dirumahnya yang tidak jauh dari sungai. Tak lama ia kembali ke sungai untuk beraktivitas.

Ade biasa memulai aktivitasnya dari pukul 5 subuh hingga menjelang sore dari Buah Batu hingga Baleendah selama empat tahun lebih. Selain memulung, Ade bekerja sebagai tukang ojek perahu untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Hal itupun dilakukan jika sungai Citarum membanjiri pemukiman warga sekitar. “Kalau banjir, saya ngojek,” katanya sambil mengumpulkan botol bekas kedalam karung. Istrinya, Emawati (40) hanya seorang ibu rumah tangga yang mengurus anak-anaknya yang masih kecil.

Emawati tidak khawatir dampak penyakit akibat kotornya air sungai dan botol-botol bekas yang dikumpulkannya. “ Sudah biasa seperti ini, kalau tidak ya tidak dapat uang,” tutupnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.