Mars Dema Fidkom, 3 Bait yang Sarat Makna

JURNALPOSMEDIA.COM – Setelah sekian lama berdiri, Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Dema Fidkom) UIN Bandung akhirnya merilis mars Dema Fidkom. Mars tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi Dema Fidkom pada Minggu (30/8/2020).

Mars Dema Fidkom tak lain merupakan produk dari Departemen Olahraga dan Seni Dema Fidkom periode 2019-2020 yang disiapkan dalam kurun waktu satu bulan sebelum perilisan. Adapun proses penggarapannya dibantu oleh Wakil Sekretaris Umum Dema Fidkom, Yusril Perdiansyah Nur dalam bagian penulisan lirik.

“Dalam pembuatan liriknya, saya selalu intens berkomunikasi dengan Ketua Umum dan juga Kadep Olahraga dan Seni karena ini merupakan produk Departemennya. Memang sempat mengalami kendala karena dalam pembuatannya tidak semudah yang dikira. Jiwa keberkaryaan muncul tatkala diri berkontemplasi,” kata Yusril, Sabtu (5/9/2020).

Adapun faktor yang menjadi pendorong lahirnya mars tersebut adalah keinginan kuat dari kepengurusan Dema Fidkom periode 2019-2020 untuk bisa menghasilkan produk jangka panjang. Sekaligus, bisa menjadi penyempurna identitas Dema Fidkom sebagai sentral organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkup Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

“Alasan mendasar dirumuskannya mars ini bahwa kita ingin menyempurnakan identitas Dema Fidkom sebagai sentral ormawa di ruang lingkup FDK. Sehingga karya ini murni terlahir dari tubuh internal Dema Fidkom itu sendiri,” ungkap Ketua Umum Dema Fidkom, Muhammad Faizal Nailusidiqi, Jumat (4/9/2020).

Faktor pendorong lainnya diungkapkan Kepala Departemen (Kadep) Olahraga dan Seni, Moch Angga Nurinsan AR. Ia ingin Dema Fidkom bisa menjadi pelopor dalam menyamaratakan bidang olahraga dan seni. Menurutnya, banyak ormawa intra lebih menitikberatkan bidang olahraga daripada bidang seni yang biasanya jarang diperhatikan.

Pandemi yang belum kunjung usai menyebabkan tidak terlaksananya beberapa program Dema Fidkom. Maka, kata Angga, produk mars diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif program yang terlaksana. Lebih lanjut, Yusril mengungkapkan tiga bait mars Dema Fidkom juga dinilainya memiliki makna filosofis.

Pertama, dema Fidkom sebagai agent of change senantiasa melakukan inovasi konkret dalam bentuk program kerja yang mampu mewadahi aspirasi, minat, dan bakat mahasiswa. Di lingkup Fidkom khususnya dan masyarakat secara universal pada umumnya.

Kemudian, Dema Fidkom sebagai agent of control senantiasa merapatkan barisan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kerakyatan. Yakni, dengan mengedepankan sikap kritis, demokratis, dan solutif, terhadap segala bentuk kebijakan birokrasi.

Baik itu di ranah kampus maupun pemerintah yang dianggap menyimpang dari norma dan kemaslahatan masyarakat. Sedangkan menurut Angga, makna ringkasnya yakni solidaritas tanpa batas dalam rangka menjalankan misi demi terwujudnya visi Dema Fidkom.

Kedua, makna spirit perjuangan. Dema Fidkom senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT. Ketiga, Dema Fidkom turut serta berpartisipasi dalam kegiatan kepemudaan nasional sebagai bentuk loyalitas terhadap masa depan umat, bangsa, dan negara.

Yusril mengatakan, inspirasi dalam pembuatan liriknya diambil dari visi Dema Fidkom, yakni “Dema Fidkom yang Sinergis, Kompetitif dan Produktif Berlandaskan Tri Darma Perguruan Tinggi Dalam Bingkai Kebhinekaan Dikancah Nasional.”

Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dadan Suherdiana pun mengapresiasi inisiatif dan kreatifitas Dema Fidkom atas peluncuran mars satu ini. Terlebih, selama ini Dema Fidkom belum memiliki mars.

“Saya atas nama pimpinan fakultas sangat mengapresiasi dan menyambut baik peluncuran mars ini. Semoga mars ini dapat meningkatkan motivasi dan semangat para mahasiswa ketika melaksanakan kegiatan. Khususnya, di tingkat Dema Fidkom. Visi dan misi Dema Fidkom pun bisa lebih mudah diingat,” ungkapnya via WhatsApp, Minggu (6/9/2020).

Yusril berharap mars ini dapat menjadi identitas yang melekat bagi pengurus Dema fakultasnya di periode ini hingga yang akan datang. Begitupun dengan Angga, ia berharap agar mars Dema Fidkom bisa selalu diingat dan diimplementasikan maknanya.

“Semoga tetap tertancap semangat perjuangan demi mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan hingga tersalurkan kepada seluruh masyarakat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Agar meraih posisi Agent Of Change, Agent Of Control, Guardian Value, Iron Stock, dan Moral Force untuk masyarakat yang adil makmur dan diridai Allah SWT,” tutup Yusril.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.