Mahasiswa Baru, Siapkan Berbagai Tantangan

JURNALPOSMEDIA.COM-Euforia pendaftaran ujian masuk Universitas kemarin telah dirasakan, kini saatnya bagi mahasiswa baru untuk berjuang menghadapi euforia dunia perkuliahan. Menjadi mahasiswa baru bisa jadi menyenangkan sekaligus menegangkan. Perasaan senang telah diterima di universitas yang diinginkan juga berbanding lurus dengan kekhawatiran. Maka ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan mahasiswa baru agar tetap santai tapi serius dalam menghadapi tahun pertama perkuliahan.

Penting bagi mahasiswa baru untuk mengetahui niat dan tujuan apa yang ingin dicapai dalam menjalani kehidupan mahasiswa. Setelah sebelumnya meluruskan niat dan memiliki tujuan yaitu di terima di kampus favorit. Sebaiknya, setelah menjadi mahasiswa pun sudah mempunyai niat dan tujuannya agar tetap pada jalurnya. Perkuliahan bukan sekedar kegiatan rutinitas seperti SMA.  Lebih dari itu, perkuliahan merupakan sarana membentukan diri yang lebih baik di masa mendatang. Kuliah menuntut untuk lebih mandiri dan percaya terhadap diri sendiri.

Tahun pertama perkuliahan merupakan masa masa yang cukup memberi  tantangan. Mahasiswa baru dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik itu di lingkungan kampus maupun lingkungan sosial. Hal ini penting karena menyangkut kenyamanan belajar untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan di awal masuk kuliah. Jangan sampai karena tantangan diatas, mahasiswa jadi terbawa arus sehingga tidak peduli lagi pada tujuan utamanya. Terlebih lagi, hal ini sebagai pembelajaran membentuk diri seperti yang sudah disebutkan diatas.

Selain untuk kenyamanan belajar, menyandang brand ‘Mahasiswa’ memang terdengar mengesankan, tetapi juga memberi harapan kepada masyarakat sekitar untuk bisa diandalkan. Lingkungan sosial menjadi tantangan untuk mahasiswa baru dalam mengasah jiwa sosial. Misalnya, memecahkan masalah-masalah sosial dengan bijak atau sekedar diminta mewakilkan sesuatu. Maka dari itu, penting bagi mahasiswa baru untuk membentuk karakter diri agar bias diandalkan masyarakat sekitar.

Sebagai mahasiswa baru, wajar jika semua terlihat seperti hal yang baru, mahasiswa akan terlihat senang jika masuk kelas, diberi tugas, bertemu dosen, dan hal hal yang sudah terlihat membosankan bagi mahasiswa tingkat 3 atau tingkat 2 sekalipun. Maka untuk mengatasi hal ini mahasiswa bisa meningkatkan prestasi tidak hanya di kelas saja.

Mahasiswa bisa mengikuti minat dan bakat mereka dan mengembangkannya seperti mengikuti kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), dan partisipasi aktif pada kegiatan organisasi mahasiswa seperti kegiatan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dengan cara mengikuti open recruitment kepanitian tersebut. Adapun, mahasiswa mampu mengasah softskillnya tidak harus mengandalkan hardskill saja.

Mahasiswa pun mempunyai banyak kegiatan yang digunakan untuk menunjang prestasi di bangku perkuliahan, mahasiswa harus pandai dalam manajemen waktu agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan bisa seimbang. Walaupun biasanya mahasiswa baru lebih tertarik dengan kegiatan softskill mereka, karena perkuliahan di kelas terkesan lebih berat dari bangku SMA. Selama waktunya bisa tersusun dengan baik dan tidak mengganggu tujuan di awal masuk perkuliahan, apapun kegiatan yang dilakukan tidak akan menjadi masalah. Apalagi kegiatan diluar kelas membantu kita mendapatkan lebih banyak rekan agar bisa saling membantu nantinya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa merupakan seseorang yang melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi dengan memantapkan niat dan tujuan awal masuk ke perkuliahan. Melakukan berbagai cara seperti menyesuaikan diri terhadap lingkungan kampus dan perkuliahan agar dapat berguna bagi masyarakat sekitar. Mengembangkan potensi diri seperti mengikuti pelajaran di kelas dengan baik dan mengikuti kegiatan perkuliahan. Lalu, mengatur waktu dengan baik, dan perbanyak teman atau rekan agar bisa saling membantu untuk kedepannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.