Krisis Air Bersih, Warga Kampung Simpang Terpaksa MCK di Sungai

JURNALPOSMEDIA.COM – Daerah Kampung Simpang, Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami krisis air bersih sejak empat bulan terakhir. Warga pun terpaksa memanfaatkan air sungai Cipendawa yang kondisinya keruh dan sedikit berbau untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Melalui pantauan Jurnalposmedia pada Selasa (1/9/2020) sore, sejumlah warga terlihat berbondong-bondong ke sungai untuk melakukan aktivitas mencuci pakaian dan mandi.

“Iya begini setiap hari, soalnya air rumah juga kering. Di hari-hari biasa juga air suka kuning. Kecuali kalau musim hujan, baru suka agak bening,” tutur salah satu warga Kampung Simpang, Yayuk. Menurut keterangannya, krisis air bersih di kampung tersebut sudah pasti terjadi setiap tahunnya.

Diakui Yayuk, hal itu terjadi karena daerah Kampung Simpang memiliki struktur tanah yang kurang baik. Serta, kandungan besi pada air yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan air sumur berwarna kuning dan berbau.

Warga lain, Aloy, mengatakan bahwa saat musim kemarau tiba beberapa sumur air bersih akan mengering. Begitupun kondisi air sungai ikut mengering.

“Sumur air bersih ada dua, tapi kalo lagi kemarau gini sumur juga ikut kering. Jadi warga juga cuma bisa ambil buat keperluan makan dan minum. Terus, ya kalau enggak kebagian kita terpaksa beli air galon,” ucap Aloy.

Aloy berharap adanya bantuan air bersih dari pemerintah dan pihak terkait untuk meringankan beban warga yang tengah dilanda krisis air bersih, “Semoga pemerintah bisa peduli sama warganya, karena kalau kaya gini terus bisa bahaya juga buat kesehatan,” pungkasnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.