Konser Ingsun “Atas Nama Cinta”, Wujud Apresiasi Karya Seni

JURNALPOSMEDIA.COM–Yayan Katho Music menggelar Konser Ingsun bertajuk “Atas Nama Cinta”. Konser tunggal tersebut, memuat materi puisi dan garapan visual yang menyampaikan pesan dan atmosfer dalam lagu. Diadakan di Aula Abdjan Soelaeman, UIN Bandung. Sabtu, (29/2/2020).

Pertunjukan itu sukses digelar berkat kerja sama dengan Teater Awal UIN Bandung. Tak hanya itu, sebanyak 20 musisi dan seniman juga dilibatkan sebagai pendukung musik.

Tepat pukul 16.00 WIB, acara dibuka dengan prosesi pembacaan doa yang dibalut puisi karya Amir Hamzah. Doa turut dipanjatkan untuk ibunda Yayan Katho yang telah meninggal dunia pada Rabu, (26/2/2020) lalu.

Setelah itu, acara dilanjutkan penampilan duet Yayan Katho dan Dina Amaliasari. Lagu yang dibawakan yaitu Bilah Bambu Pecah Seribu, Tak Satupun, Pagi yang Biasa dan Suatu Saat. Keempat lagu itu mencerminkan tema konser “Atas Nama Cinta”.

Konsep acara dirancang langsung oleh Yayan Katho dan tim Teater Awal yang juga menjadi panitia. Menurut Wakil Ketua Panitia Konser Ingsun, Eki Purnama, rancangan konser tersebut tidak terlepas dari konsep pentas yang biasa ditampilkan saat pagelaran teater.

“Konsepan acaranya kami kemas dengan plot-plot atau berkisah, jadi ada bagian-bagiannya, seperti kami melakukan sebuah pementasan teater,” ujar Eki

Hal yang berbeda dari Konser Ingsun kali ini terletak pada pembuatan musik dari sebuah puisi. Lalu, diceritakan pula siapa sosok pemusik itu serta sejarah hidupnya hingga kini.

“Ibarat kata, mengulangtahunkan beliau (pemusik) lah, seperti itu.” tambah Eki.

Secara mengejutkan, anak perempuan Yayan Katho, Putri (9) turut hadir dan menembangkan dua buah lagu yang diciptakan dirinya dan sang ayah, yakni “Ajari Aku” dan “Ibu”. Lirik lagu tersebut berisikan pesan-pesan mendidik dan perdamaian yang penuh kasih sayang.

Para penonton dibuat terharu, saat sang ibu yang duduk di baris terdepan senantiasa melambaikan tangan sepanjang duet Yayan dan putrinya.

“Tujuan (Konser Ingsun) yang ingin saya sampaikan yaitu sebagai hiburan bagi teman-teman, mempererat tali silaturahmi dan tentu saja sebagai apresiasi pada sebuah seni,” terang Yayan saat ditemui Jurnalposmedia.

Mengenai penampilan duet bersama putrinya, Yayan mengungkap jika mereka memang biasa menyanyikannya di rumah. Ia berharap ke depannya bisa terus berkarya dan memotivasi banyak orang untuk ikut berkarya pula.

Pada sesi terakhir penampilannya, Yayan membahas proses penggarapan album “Kangen”. Puncaknya pada lagu berjudul “Salju”, penonton ikut bernyanyi dan dibuat nyaman oleh paduan lirik dan nada yang Yayan ciptakan. Gabungan konsep serta pesan-pesan yang ingin disampaikan lewat pertunjukan itu diterima dengan baik oleh para penonton.

Salah satu penonton, Tika merasa sangat terhibur dengan suguhan konsep acara beserta lagu-lagu Yayan Katho yang luar biasa. Ia mengaku sangat terkesima saat penampilan duet Yayan dan Putri.

“Semoga sering menyelenggarakan acara-acara seperti ini, enak juga buat refreshing dan banyak juga nilai-nilai yang disampaikan dari acara seperti ini,” pungkas Tika.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.