Kampung Cibunut Berubah Jadi Kawasan Penuh Warna

JURNALPOSMEDIA.COM- Kampung Cibunut merupakan kawasan yang semula dianggap kumuh dan kotor kemudian berubah menjadi kawasan yang indah, bersih, nyaman dan penuh warna. Kampung yang baru diresmikan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Senin (27/11/2017) ini terletak di  Jalan Sunda,  RW 07, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Ketua Devisi Kreatif Kampung Cibunut Roby, mengaku  untuk megubah kampung ini menjadi kampung yang seperti sekarang membutuhkan waktu sangat lama yaitu sekitar tujuh tahun.  Sedangkan, untuk proses pengerjaannya sudah berlangsung hampir satu tahun hingga sekarang masih dalam pengerjaan yang dilakukan oleh warga Kampung Cibunut. Tidak hanya warga,  bantuan juga didapatkan dari Komunitas Mural Bandung, Ikatan Alumni ITB Jawa Barat, dan Ikatan Alumni SMAN 3 Bandung serta didukung oleh Dulux yang memberikan 200 kaleng cat.

Lebih lanjut, Roby mengatakan sebanyak 9 RT di Kelurahan Cibunut melaksanakan program Cibunut Berwarna. Uniknya, dari setiap masing-masing RT memiliki warna cat yang berbeda yaitu untuk RT 01 bercat hijau muda, RT 02 biru persib, RT 03 bercat Pink, RT 04 bercat kuning, RT 05 bercat merah, RT 06 bercat hijau, RT 07 bercat  biru muda, RT 08 bercat ungu, dan RT 09 bercat orange.

“Warna yang berbeda itu, bertujuan agar setiap tetangga tidak memiliki batas dalam kekeluargaan dan untuk memudahkan orang ketika mencari alamat,” ujar Roby saat ditemui Jurnalposmedia, Sabtu (02/12/2017).

Selain itu, Kampung ini juga difasilitasi dengan mural-mural yang mendidik, terdapat lima zona mural yaitu: zona perdamaian dunia, zona lingkungan hidup dan bermain untuk anak-anak, zona pengetahuan dunia, zona Bandung sebagai lokal jenius, serta zona budaya dan tradisi Indonesia. Hal ini, memiliki tujuan agar setiap pengunjung yang datang ke kampung Cibunut diharapkan tidak hanya membawa foto saja, tetapi juga kembali dengan mebawa ilmu dan nilai moral.

Namun demikian, untuk merealisasikan ide ini Roby sempat pada awalnya mengalami kesulitan.  Hal tersebut ia rasakan saat masyarakat Kampung Cibunut yang belum kompak. “Tetapi  itu dahulu, sekarang warga disini sudah kompak dan lebih kreatif, Awalnya hanya beranggota15 orang dan sekarang menjadi 70 orang.” tutupnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.