Ikan Cupang Hias, Sahabat di Indekos Hingga Jadi Bisnis Menjanjikan

JURNALPOSMEDIA.COM  Tampaknya, ungkapan “iseng-iseng berhadiah” selaras dengan perjalanan salah satu mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung, Rizky Syahaqy dalam memulai bisnisnya. Lelaki yang akrab disapa Ize ini membudidayakan ikan cupang hias hingga menjadi bisnis beromzet jutaan rupiah per bulannya.

Rizky mengungkap kilas balik perjalanannya dalam memulai bisnis satu ini. Tepatnya dua tahun lalu, saat ia masih duduk di tingkat dua perkuliahan. Sang tetangga yang sudah dianggap paman olehnya memiliki bisnis ikan cupang adu. Tak ayal, hal itu membuat Rizky tertarik menjadikan ikan cupang tersebut sebagai hiasan di indekosnya.

“Kemudian saya coba ambil dua ekor ikan cupang buat hiasan di kosan, lalu saya iseng-iseng mengawinkanya (membudidayakan), jadilah hampir seratus ekor. Dari situ baru timbul rasa untuk menjualnya dikarenakan bingung banyak ikan cupang di kosan,” tutur Rizky kepada Jurnalposmedia, Jumat (6/11/2020).

Awal mula memasarkan ikan cupang hiasnya, Rizky menjualnya melalui media sosial Instagram dengan akun bernama @cupang.sahabat_kosan. Tak memungkiri, saat itu ia pun sempat dilanda kebingungan untuk menjualnya. Perjalanan terbentuknya media sosial tempat si cupang hias dipasarkan ini pun diakui Rizky tak kalah unik.

“Awalnya akun itu saya buat untuk seputar Peterpan Sahabat Noah. Mulanya, namanya (itu) sahabatkosan. Akhirnya, terbentuklah cupang sahabat kosan dan masih membawa unsur Noah. Mulai dari iseng, dari tidak ada yang beli, (kemudian) ada satu yang beli. Seiring berjalan waktu, alhamdulillah usahanya lumayan, buat makan,” terangnya.

Kini, penjualan ikan cupang hias miliknya tidak hanya melalui Instagram saja. Pembeli dapat memesannya melalui Facebook maupun berkunjung ke rumah atau indekos Rizky secara langsung. Ikan cupang hias yang ditawarkan pun cukup beragam jenisnya.

Seperti Super Red serta White Platinum yang dibanderol mulai dari Rp50.000-800.000. Adapun pembeli didominasi oleh kalangan karyawan, pekerja kantoran, dan dosen, dengan rentang usia 20-60 tahun. Rizky dapat meraup pendapatan sebesar Rp4-6 juta per bulan yang kemudian dibagi dua bersama partner bisnisnya.

Dari usaha yang digelutinya sekarang, Rizky mengaku mendapatkan dukungan dari keluarga tercinta, “Karena dibebaskan sama orangtua, sudah tidak mengandalkan uang orangtua, mereka pun senang dengan adanya usaha cupang aku di sini,” ungkapnya.

Saat sesi perbincangan hampir usai, Rizky berpesan agar mahasiswa dapat mengulik potensi diri masing-masing untuk dapat berkembang di masa depan nanti. Ia berkata, dalam berkembang tidak perlu merasa gengsi dan neko-neko, “Hiduplah dengan menjalani apa yang kita senangi dan tuai hasilnya,” sambungnya.

“Setiap orang punya pasion dan gaya hidup yang berbeda-beda, lakukanlah yang terbaik. Jangan cuma di satu bidang saja. Buat pegangan ke depan, kalau kita mau mencari pekerjaan agak susah kalau belum punya pegangan untuk diri sendiri. Coba ulik, gali potensi diri masing-masing, ada sesuatu apa tidak untuk dipegang di masa depan,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.