Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Hidup Sehat Tanpa Asap Rokok

JURNALPOSMEDIA.COM–31 Mei lalu, diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Hari Tanpa Tembakau sering dikaitkan pula sebagai Hari Tanpa Rokok, artinya bahwa para perokok harus memiliki kesadaran bahwa merokok tidak baik bagi kesehatan. Realisasinya dilakukan dengan tindakan tidak merokok selama 24 jam.

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia sendiri dicetuskan pada 1987 oleh World Health Organization (WHO). Peringatan tersebut berhasil menuai reaksi positif dari pemerintah, aktivis kesehatan, dan organisasi kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

Di Indonesia, rokok seolah telah melekat menjadi kebiasaan masyarakat, terutama di kalangan remaja. Pada 2017, Kementrian Kesehatan mengungkapkan bahwa angka prevalansi perokok di interval usia 15 tahun ke atas sebesar 36,3%, angka tersebut meningkat dari 1995 sebesar 27%. Indonesia meraih posisi ketiga sebagai negara perokok terbanyak di dunia setelah China dan India. Maka peringatan Hari Tanpa Rokok menjadi momentum untuk mengingatkan dan menyebarluaskan kepada masyarakat tentang bahaya merokok.

Tingginya kandungan nikotin pada tembakau mengakibatkan perokok sulit untuk lepas dan menjadi ketergantungan terhadap rokok. Padahal, pada kemasan rokok telah dijelaskan jika perilaku merokok dapat menimbulkan penyakit mematikan seperti kanker paru-paru, serangan jantung, stroke, dan lain-lain. Pada 2017, sekitar 217.400 penduduk Indonesia meninggal dunia akibat menghirup asap rokok, baik perokok aktif maupun pasif.

Di era modern ini, masyarakat diharapkan lebih memedulikan kesehatan mereka dan menjauhi rokok yang tidak ada manfaatnya. Kegiatan seperti berolahraga, pola makan teratur, dapat membuat hidup jauh lebih sehat dibandingkan menghisap rokok yang jelas memiliki efek buruk bagi kesehatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.