Hadirkan Job Fair, Tekan Angka Pengangguran

JURNALPOSMEDIA–Guna mengurangi pengangguran dan peningkatan sumber daya manusia pekerja, Indonesia Career Expo (IEC) mengadakan Job Fair di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 3-4 Juli 2019. Disponsori oleh 40 perusahaan yang siap melakukan penerimaan pekerja.(4/7/2019)

Antusias tinggi peserta terlihat jelas dengan ramainya pengunjung yang berdatangan. Antrean panjang terjadi di beberapa stan perusahaan, terutama perusahaan perbankan dan industri kreatif. Salah satu faktor ramainya pengunjung ialah karena diperuntukan terhadap umum, mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate segala jurusan dan lulusan SMA. Acara ini juga tidak dikenakan biaya alias gratis.

Ketua pelaksana IEC Bandung, Teddy menjelaskan bahwa esensi diadakannya acara jobfair ini adalah mengurangi angka pengangguran. Disadari setiap tahunnya bertambah dan lebih banyak dari kuota sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perusahaan. Teddy mengungkapkan, IEC sendiri didirikan pada tahun 2005 dan di Bandung tahun 2009. IEC pun memiliki skala nasional yang tidak hanya di Bandung atau Jakarta saja.

“Kebanyakan para peserta itu adalah sarjana yang baru lulus atau wisuda, memang kami sengaja menetapkan tanggal yang tidak jauh dari jadwal setelah wisuda. Dan untuk masalah tempat memang kami telah menetapkan di sini dari dulu juga. Kami tidak memungut biaya untuk peserta. Kami pakai dana sponsorship itu untuk menyiapkan acara ini,” ungkapnya.

Senada dengan ungkapan Teddy, salah satu peserta job fair, Rama mengatakan acara tersebut sangat membantu. Menurutnya, berguna seperti untuk dirinya sendiri yang sedang mencari pekerjaan.

“Kelebihan dari acara ini adalah dari perihal tempat yang berada dalam ruangan dan cukup memadai, karena ada beberapa acara jobfair yang diadakan di luar ruangan dan lahan yang disediakan juga sempit,” tuturnya.

Peserta job fair lainnya, Zihan berharap pihak perusahaan juga mempertimbangkan para lulusan SMA atau D3. Zihan mengatakan, jika masalah perkerjaan kembalinya lagi pada skill dalam bekerja. Selain itu menurutnya, bisa juga diperhitungkan dari pengalaman kerja, karena sarjana juga belum tentu lebih baik dari yang lulusan SMA atau D3.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.