GenBI Turut Sukseskan Bukber dan Santunan Anak Yatim

Genbi Bandung Komisariat UIN Bandung ikut berpartisipasi dalam acara Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim di Teras Sunda Cibiru, Kamis (30/05/19). Acara bertemakan “Memupuk Cahaya dalam Hati Demi Meraih Karunia Illahi” ini diselenggarakan oleh Aliansi Mahasiswa Jawa Barat (Alam Jabar). Alam Jabar pun bekerja sama dengan berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan Jawa Barat, termasuk dengan GenBi.

Penyerahan santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim menjadi inti acara ini. Santunan tersebut berasal dari beberapa yayasan dan warga daerah Bandung Timur khususnya Cibiru.

Acara ini juga digelar  untuk menyambut hari lahir Pancasila yang akan jatuh pada tanggal 1 Juni 2019 mendatang. Para Veteran Bandung turut memeriahkan acara ini dengan semangat yang masih membara.  Kegiatan keagamaan seperti kajian dan do’ a bersama. Dewan Penasehat Alam Jabar, KH. Yusuf Maulana menjadi penceramah pada kajian dan do’ a bersama tersebut.

Selain diisi dengan acara keagamaannya, digelar juga Pembacaan  Ikrar Persatuan Indonesia. Pembaacaan ikrar tersebut dipimpin oleh Ketua Umum Alam Jabar, Ipang Gajayana Mahardika.Ikrar tersebut diucap ulang oleh seluruh peserta yang hadir.

Ketua Departemen Ke-Agamaan Alam Jabar, Muhammad Zain, menuturkan bahwa acara merupakan ini merupakan acara rutinan yang telah digelar tujuh kali setiap bulan Ramadhan.

“Acara ini digelar dengan maksud untuk menanamkan cinta kasih kepada sesama salah satunya anak yatim, karena itu merupakan ajaran nabi,” ujar Zain dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Genbi Komisariat UIN Bandung, Hasan Munadi mengungkapkan bahwa acara ini sangat subtantif dalam memperingati kelahiran Pancasila. Ia berharap mendapat keberkahan dari santunan ana yatim di bulan suci Ramadhan.

“Saya berharap acara yang digagas oleh Alam Jabar bersama dengan berbagai organisasi, komunitas, termasuk GenBI ini,  dapat menciptakan hubungan harmonis antar sesama anak bangsa,” ujarnya

Ia pun tidak ingin ada lagi konflik maupun permusuhan yang terjadi di Indonesia.

“Ini juga untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia Raya. Semoga tidak Ada lagi permusuhan dan persaingan di antara sesama anak bangsa. Yang ada adalah persatuan Indonesia, kerukunan antar sesama, dan kebahagiaan untuk semua,” tutupnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.