Fragmen Empat Kebodohan Seorang Lelaki

Barangkali, ia lebih memilih menjadi bodoh

Semata-mata karena ketulusan pada sesuatu

Yang ia anggap cinta

 

-Yang menunggumu

Jangan sebut ia si peragu,

yang kalah oleh waktu.

Ia akan tetap menunggu

meski ia pun tahu

waktu yang tepat

tak pernah mau singgah.

 

-Yang mendengarkan dan bahagia

Ia adalah pendengar setia

sehingga ia mengabaikan

setiap kesempatan

untuk mengungkapkan cinta.

Hanya agar kamu tetap bercerita

dan ia tetap bahagia

meski ia tak lagi tahu

apa beda kebahagiaan

dan bunuh diri perlahan.

 

-Yang mencintaimu

Yang mengatakan padamu

“aku mencintaimu”

dengan diam dan sunyi puisi

bukanlah dia, tapi  hatinya:

sebagian penting dari dirinya,

yang paling tulus dan jujur.

 

-Yang diam dan tak tahu harus berbuat apa

Yang paling ia tahu

hanyalah ia mencintaimu

dan harus merelakanmu

mencintai dan memiliki lelaki lain.

 

Memang, ia lebih memilih menjadi bodoh,

ketika orang lain berpura-pura jadi pintar

 

Penulis merupakan anggota Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) Universitas Pendidikan Indonesia. Kini bekerja sebagai pendidik dan bermukim di Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Rekomendasi

1 Comment

  1. SnoozyDroid says

    wow these really hits too close to home

Leave A Reply

Your email address will not be published.