Fakta Menarik Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia

JURNALPOSMEDIA.COM – Dirgahayu Indonesiaku! Sebentar lagi kita akan memperingati Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke-75 tahun. Meskipun di tengah pendemi Covid-19, kita harus tetap semangat menyambut dan memeriahkan hari kemerdekaan dengan hal-hal positif.

Hari kemerdekaan menjadi pengingat agar kita tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Jasa para pahlawan harus kita kenang selamanya, karena bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai pahlawannya.

Kita sebagai generasi muda harus belajar dari sejarah, karena sejarah dapat meningkatkan kecintaan kita pada tanah air. Untuk lebih jelasnya, ayo kita baca artikel ini sampai tuntas!

Peristiwa Kemerdekaan

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat ke Sekutu pada Perang Dunia II di kawasan Pasifik. Berita kekalahan Jepang tersebut kemudian terdengar oleh Sutan Syahrir dan langsung menyebarkannya ke golongan muda agar mendesak Ir. Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan.

Menindaklanjuti berita tersebut, pejuang kemerdekaan yang didominasi golongan muda meminta Ir. Soekarno agar memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 15 Agustus 1945. Ir. Soekarno yang menjadi ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tidak menerima usulan tersebut, karena masih menunggu keputusan pihak Jepang yang akan memberikan kemerdekaan pada tanggal 24 September 1945.

Perdebatan yang panjang antara golongan tua dan golongan muda mengakibatkan penculikan Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta ke Rengasdengklok atau yang sering disebut “Peristiwa Rengasdengklok”. Penculikan tersebut dilakukan agar Ir. Soekarno tidak terpengaruh oleh janji manis Jepang serta khawatir jika proklamasi ditunda-tunda Belanda akan kembali ke Indonesia memboncengi Sekutu.

Golongan muda meminta proklamasi kemerdekaan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 1945, namun usulan tersebut kembali ditolak Ir. Soekarno. Setelah Ahmad Soebardjo datang dan memastikan bahwa kemerdekaan dilaksanakan paling lambat pada tanggal 17 Agustus 1945. Akhirnya, golongan muda melepas Ir. Soekarno dan  Drs. Mohammad Hatta untuk kembali ke Jakarta.

Setelah itu, perumusan teks proklamasi dilaksanakan di kediaman Laksamana Maeda seorang tentara Jepang yang simpati terhadap perjuangan rakyat Indonesia. Teks proklamasi ditulis Ir. Soekarno yang dalam penyusunan konsepnya dibantu Drs. Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo. Teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik dan diubah beberapa kata agar menjadi lebih sempurna. Teks tersebut ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Muhamad Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Nilai-Nilai Kemerdekaan
Persatuan dan Kesatuan

Latar belakang suku, ras, budaya dan agama yang berbeda-beda tidak menjadi penghalang bangsa Indonesia untuk bersatu. Perjuangan melawan para penjajah telah menimbulkan semangat nasionalisme kebangsaan. Rasa senasib dan sepenanggungan telah menyadarkan bangsa Indonesia bahwa dengan bersatulah dapat mencapai kemerdekaan.

Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu tujuan. Semboyan itulah yang telah mengikat perbedaan menjadi kekuatan. Dari Sabang sampai Merauke semua kompak berteriak “Merdeka, Merdeka, Merdeka”.

Semangat Nasionalisme dan Patriotisme

Cinta tanah air merupakan sebagian dari iman, itulah yang menjadi kekuatan para pahlawan untuk melindungi dan membela bangsa Indonesia. Di dalam diri pahlawan telah tertulis Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para pahlawan rela mengorbankan jiwa dan raganya hanya untuk kepentingan bangsa.

Saling Menghargai dan Menghormati

Salah satu bukti toleransi di Indonesia yaitu ketika butir pertama Piagam Jakarta atau Jakarta Charter yang semula dari kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluknya diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Para pejuang menyadari bahwa di Indonesia bukan hanya satu agama saja, melainkan banyak agama lain yang berkontribusi membantu perjuangan kemerdekaan.

Saling menghormati dan menghargai tersebut, akhirnya mempermudah bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-citanya.

Peringatan Hari Kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 2020, kita akan memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-75 tahun. Perayaan hari kemerdekaan selalu menghadirkan euforia kebahagiaan bagi bangsa Indonesia. Peringatan yang mengusung tema “Indonesia Maju”, wajib kita isi dengan kegiatan positif, diantaranya:

1. Mengikuti Upacara Bendera

Pelaksanan upacara menjadi rangkaian wajib dalam peringatan hari kemerdekaan di seluruh pelosok Nusantara. Upacara sebagai pengingat pembacaan proklamasi yang telah mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka. Pelaksanaan upacara yang dilakukan untuk menaikkan bendera merah putih ini, bukan hanya wajib kita ikuti. Tapi, kita juga harus menghayati momentum yang diperingati satu tahun sekali ini.

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan upacara tetap masih bisa dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Jikalau tidak bisa mengikuti upacara di lapangan, kita bisa dari rumah memaknai lagi Indonesia Raya dengan sikap sempurna secara virtual.

2. Kegiatan Perlombaan

Beragam kegiatan dilakukan masyarakat untuk mengisi kemerdekaan, salah satunya dengan beragam perlombaan. Kegiatan perlombaan dilakukan bukan hanya sebagai ajang hiburan, tapi juga untuk menjalin silaturahmi antaranggota masyarakat. Berikut ini beberapa perlombaan yang sering ada dalam kegiatan Agustusan, diantaranya:

3. Lomba Memperindah Kampung

Menjelang hari kemerdekaan masyarakat bergotong royong merawat dan membersihkan lingkungan agar terlihat rapih, bersih dan indah. Pernak-pernik 17 Agustusan sudah mulai menghiasi jalanan. Kegiatan memperindah kampung ini, bertujuan agar masyarakat senantiasa menjaga lingkungan agar tetap nyaman dan bersih.

4. Panjat Pinang

Lomba tradisional ini menjadi lomba populer pada hari perayaan kemerdekaan. Sebatang pohon pinang yang dilumuri pelicin ini menjadi tantangan seru bagi setiap peserta yang mengikutnya. Apalagi, di bagian atas pohon tersebut terdapat beragam hadiah-hadiah menarik. Lomba ini melatih kita untuk tidak menyerah untuk mencapai tujuan.

5. Balap Karung

Aturan main perlombaan ini setiap peserta memasukkan kakinya kedalam karung goni. Lomba yang kelihatan mudah ini, ternyata perlu kecepatan dan keseimbangan agar tidak terjatuh. Lomba ini hampir selalu ada di setiap perayaan kemerdekaan.

Di masa pandemi Covid-19, tidak semua perlombaan di atas dapat dilaksanakan seperti tahun sebelumnya. Meskipun demikian, masih banyak perlombaan yang memanfaatkan media digital dari rumah, seperti lomba foto dan artikel jurnalistik yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), lomba bikin video memaknai lagu Indonesia Raya dengan sikap sempurna yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan masih banyak lomba-lomba virtual lainya.

Peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-75 tahun ini semoga “Indonesia Maju” dalam hal pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.