ESport, Hobi Menjadi Profesi

JURNALPOSMEDIA.COM – Sudah tidak dapat dipungkiri lagi perkembangan teknologi kini sudah berpengaruh pada banyak bidang dalam kehidupan manusia. Entah itu dalam kegiatan industri, kegiatan sehari-hari dan juga entertainment. Terutama pada bidang entertainment atau hiburan di era digital ini banyak timbul gagasan bahkan profesi-profesi baru. Salah satunya ada profesi berawal dari sebuah hobi dengan dibawa pada tingkat yang lebih tinggi, yaitu eSport (Electronic Sport).

Dikutip dari esportnesia eSport adalah permainan video game yang bersifat kompetitif, yaitu olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional. Yang dibicarakan disini bukanlah seorang gamer yang hanya sekedar memainkan gamenya saat senggang saja, maksud disini adalah orang yang benar-benar menekuni dan mengetahui seluk beluk game yang dimainkannya hingga layak disebut professional gamer.

Dalam permainannya tidak semua game dapat digolongkan dalam kategori esport, game dapat disebut sebagai esport jika game tersebut sudah dipertandingkan dan game tersebut sudah bertaraf internasional. Sejauh ini ada sepuluh game dengan penghasilan cukup besar yang dapat dikategorikan dengan Esport yaitu ; Dota 2, CS:GO, League of Legends, Heroes of the Storm, CoD Infinite Warfare, Overwatch, Heartstone, Halo 5 : Guardians, H1Z1. Salah satu penghasilan terbesarnya berdasarkan data pada tahun 2017 yaitu dota 2 dengan total hadiah 37 juta dolar.

Esport sendiri di Indonesia telah berkembang sangat pesat dengan dukungan yang sangat tinggi dari gamer maupun pemerintah. Dibuktikan dengan didirikannya sebuah asosiasi eSport Indonesia yaitu IeSPA (Indonesia e-Sports Association) pada tahun 2013. Eksistensi esport di Indonesia tidak hanya ditunjukan dengan adanya organisasi tersebut, tetapi dengan munculnya cabang eSport di Asian Games tahun 2018 di Indonesia. Meskipun baru dalam proses percobaan tetapi ini sudah menujukan sebuah eksistensi eSport dalam bidang olahraga dunia.

Namu faktanya eSport masih banyak belum dipahami oleh masyarakat Indonesia, anggapan negatif tentang game masih menempel pada pandangan – pandangan masyarakat Indonesia. Terutama pada orang tua, yang masih menganggap game hanyalah buang-buang waktu. Padahal bermain game memiliki manfaat yang cukup banyak bagi pemainnya, seperti kinerja otak yang meningkat, menghilangkan stres bahkan jika dibawa serius dapat membawa penghasilan uang yang cukup banyak jika dibawa kedalam kancah professional. Pemahaman negatif ini harus segera dirubah dari sekarang karena nyatanya tidak sedikit gamer professional diluar sana yang mendapatkan penghasilan yang banyak dari kegiatan eSport sendiri.

Menurut salah satu gamer asal UIN Bandung, Nauval  mengatakan bahwa perlu adanya sosialisasi perihal Esport ini agar masyarakat lebih terbuka dan tidak memandang dengan negative saja terhadap game tersebut.

“Saya rasa perlu ya (sosialisasi eSport), agar masyarakat lebih terbuka dan ga memandang negatif mulu terhadap game, tapi sasarannya jangan hanya kekaula muda tetapi lebih pada kalangan usia lanjut agar nantinya banyak yang mendukung tentang esport ini,” ujarnya saat ditemui Jurnalposmedia, Kamis, (18/10/2018).

Nauval juga beranggapan bahwa esport sudah berkembang sangat pesat di Indonesia namun harapan untuk pemerintah dapat memberi perhatian lebih terhadap esport ini.

“ESport perkembangannya sudah pesat buktinya di kompas sampe disiarin turnamen dota,” ujarnya

Disamping itu menjadi atlet esport juga bukanlah hal yang mudah, layaknya bidang olahraga lainnya perlu latihan dan konsistensi yang tinggi dalam memainkan permainan. Perlu ketangkasan otak dan pemikiran luas dan sehat juga demi konsentrasi dan fokus yang terjaga dalam kegiatan eSport ini. namun jika hobi ini telah diminati dan permainan anda sudah mencapai tingkat professional, tidak ada salahnya mencari team dan mulai terjun pada dunia ini lebih dalam hingga menuju panggung eSport dunia.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.