Dugaan Pencurian di Perpustakaan UIN Bandung

JURNALPOSMEDIA.COMKasus dugaan pencurian kembali terjadi di UIN Bandung, tepatnya di loker Perpustakaan. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, (6/2/2019) sore hari. Barang berharga berupa dompet milik dua orang mahasiswi yang disimpan di loker pun raib. Kelalaian ini memang dirasakan korban dan satpam yang berjaga.

Salah seorang korban yang merupakan mahasiswi Tasawuf Psikoterapi, Sarah menjelaskan kronologis kejadian yang menimpanya. Saat itu ia dan temannya menaruh barang-barangnya di loker seperti biasa tanpa merasa curiga, karena memang sebelumnya tidak terjadi apa-apa. Namun, saat akan mengambil barangnya kembali, ternyata sudah tidak ada di loker.

“Saya sempat lapor ke satpam perpustakaan, katanya sih cctv nya mati. Lalu saya disuruh nunggu selama si satpam mengecek. Akhirnya saya diminta untuk kembali lagi besok,” ujarnya saat diwawancarai Jurnalposmedia, Jumat (8/2/2019).

Lebih lanjut, Sarah menjelaskan saat keesokan harinya ia kembali lagi ke perpustakaan, menurut satpam cctv nya tengah rusak. “Besoknya saya datang lagi, kata satpam cctv nya lagi rusak dan sekarang saya belum tahu kelanjutannya bagaimana.” Ujarnya.

Loker Perpustakaan yang tidak bisa dikunci mengakibatkan mahasiswa harus selalu membawa barang-barang berharganya seperti laptop, dompet, handphone dan sebagainya. Kunci loker yang sudah diganti berulang kali tidak membuat para pelaku menjadi jera dan kewalahan.

Pasalnya tidak ada sanksi yang diberikan kepada mahasiswa ataupun pengunjung lain yang datang ketika merusak loker. Identitas yang tidak jelas menjadi kendala satpam untuk memantau siapa saja pengunjung perpustakaan.

Kepala Perpustakaan UIN Bandung, Ija Suntana menjelaskan akan melakukan kebijakan yang diterapkan selanjutnya yakni berupa ketentuan menyerahkan KTP atau identitas apapun bagi pengunjung. “Nanti setiap pengunjung yang datang harus menyerahkan kartu identitas mereka, mungkin untuk sekarang seperti itu dulu,” jelasnya.

Ija mengaku sudah menghimbau mahasiswa untuk tidak menyimpan barang berharganya di dalam loker. Karena beberapa waktu lalu pernah terjadi hal serupa. “Pertama sih kesadaran sendiri ya, karena kita sudah buat tulisan himbauan. Kita juga sudah 3 kali mengganti kunci. Kalau mau mengganti kunci lagi harus mengajukan anggaran ke pemerintah dan itu cukup sulit,” pungkasnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.