Cegah Stunting Di Kota Bandung, FBS Bentuk Ranting

JURNALPOSMEDIA.COM­­­­— “(Ranting) ini salah satu upaya atau ikhtiar yang dilakukan Forum Bandung Sehat (FBS) untuk membantu mengakselerasi pembangunan kota. Untuk menghadirkan masyarakat atau keluarga yang unggul, yang lebih memperhatikan anak-anak ,” ujar Istri Walikota Bandung, Siti Muntamah, saat diwawancarai Jurnalposmedia pada di sela-sela acara Grand Opening Komunitas Ranting di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Minggu (19/05/2019) pagi.

Ia pun menuturkan, bahwa anak-anak pada 1000 hari  pertama tidak boleh kekurangan gizi. Ranting juga, tambahnya, bertugas mengedukasi masyarakat terutama mengenai kesehatan.

“Anak-anak sejak 1000 hari pertama kehidupan tidak boleh kekurangan gizi. Karena hal tersebut sangat berbahaya.  Untuk itu kita membentuk Ranting ini.  Salah satu pekerjaannya adalah memberi edukasi kepada masyarakat dan bekerja dengan stakeholder  yang lain. Seperti dengan PKK, Posyandu termasuk dengan  stakeholder atau oganisasi yang dimiliki Kota Bandung untuk menghasilkan SDM yang berkualitas,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam menangani masalah gizi pada anak-anak di Kota Bandung yaitu melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Layanan ini mengedukasi dan membekali para calon pengantin.

“(Puspaga) ini memberi edukasi  dan memberi pembekalan kepada para calon pengantin. Mereka jangan sampai tidak tahu, bahwa status gizi mereka berpengaruh pada kecerdasan anak. Jadi pencegahan stunting dilakukan sejak sebelum menikah,” ujar wanita yang kerap disapa Umi Oded.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Bandung akan bekerja sama juga dengan Kantor Urusan Agama (KUA). Untuk menyukseskan ini, pihak Pemerintah Kota Bandung akan menginformasikannya melalui seminar, pelatihan,  media massa dan media sosial. Selain itu, akan dilakukan juga sidak pedagang-pedagang jajanan di sekolah-sekolah.

Istri Walikota Bandung ini pun berharap para orang tua mengetahui akan pentingnya pencegahan stunting atau gagal tumbuh pada anak-anak.

“Mencegah stunting itu sangat penting dan ini merupakan investasi masa depan. Saya berharap orang tua mengatahui begitu pentingnya mencegah stunting. Dimulai dari rumah, artinya status (gizi) makanan harus sehat. Harus B2SA yaitu beragam, bergizi, sehat dan aman,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu relawan, Khairunnisa mengungkapkan acara ini sangat bermanfaat. Apalagi bagi para calon ibu, bagaimana pencegahan stunting sejak dini.

“Ikut Ranting ini yang pertama, karena banyak ilmu yang (akan) saya dapatkan. Terutama saya yang sebagai remaja, mempersiapkan diri menjadi seorang ibu yang baik agar anak-anak kita nantinya tidak stunting. Acara ini juga seru, bisa ketemu sama orang-orang dari disiplin ilmu berbeda, kita juga bisa saling sharing dan menambah relasi,” ujarnya

Relawan Cegah Stunting  (Ranting) Kota Bandung ini dibentuk untuk mencegah terjadinya stunting  pada anak-anak di Kota Bandung. Komunitas ini pun berfungsi sebagai pendamping forum kecamatan  dan kelurahan sehat pada bidang pangan dan gizi. Angka stunting  di Kota Bandung cukup tinggi, yaitu mencapai 25.6 persen.

Sebanyak 51 relawan akan disebar ke 30 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Bandung.  Para relawan pun akan dibina dan diberikan pelatihan selama 2 bulan sebagai bekal  turun ke lapangan. Ke depannya komunitas ini akan melakukan kaderisasi. Ranting sendiri terdiri dari 5 divisi, di antaranya divisi pangan dan lifestyle,

Ranting pun bekerja sama beberapa  dinas di Kota Bandung. Dinas-dinas tersebut di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Komunikasi dan Informasi. Komunitas yang diinisiasi Forum Bandung Sehat ini menjadi pionir komunitas pencegahan stunting  di Indonesia.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.