Bertahan di Tengah Larangan Mudik

JURNALPOSMEDIA.COM – Ada yang berbeda dengan Ramadan tahun ini, tanah air sedang diuji pandemi Corona. Hal itu membuat pemerintah menerapkan larangan mudik kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran virus. Hadirnya kebijakan tersebut juga berdampak pada mahasiswa yang akhirnya tidak bisa mudik dan menjalankan ibadah puasa di indekos.

Salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Bandung, M. Syaoqi Anan harus rela bertahan untuk tidak pulang ke kampung halamannya di Indramayu. Mulanya, mahasiswa yang duduk di semester dua itu berencana untuk mudik setelah Ujian Tengah Semester (UTS) berakhir.

Namun di luar perencanaan, niatnya untuk mudik harus ia urungkan. Untungnya, menjalani puasa jauh dari rumah tidak menjadi hambatan bagi Anan. Selama tidak menemukan kesulitan dalam mencari makan, baginya itu tidak masalah.

“Kalau puasa di indekos saya enggak apa-apa, tapi saya enggak bisa kalau enggak lebaran di rumah. Buat makan saya sering masak sendiri, ada telur, mie sama nasi,” katanya saat diwawancarai via daring, Sabtu (25/4/2020).

Begitupun dengan kakak tingkat Anan di jurusan yang sama, Abdul Manaf. Mahasiswa semester 4 yang juga seorang santri itu masih bertahan. Selain larangan mudik, alasan ia belum bisa pulang karena sistem perkuliahan saat ini dilakukan secara online.

“Sebenarnya kalau dikatakan terjebak tidak juga ya, tetapi kan kuliah dipindahkan menjadi kelas daring. Jika pulang, bisa jadi saya tidak bisa mengikuti perkuliahan karena saya berasal dari pelosok kota Sukabumi yang daerahnya susah sinyal, makanya saya memutuskan untuk bertahan,” terangnya di hari yang sama dengan Anan.

Menjalani ibadah puasa jauh dari rumah sudah menjadi hal yang biasa bagi Abdul. Namun, ia merasa suasana puasa di tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Terlebih saat dirinya ingin membeli makanan untuk sahur atau berbuka. Menurutnya, mencari menu sahur dan berbuka di tengah situasi pandemi ini perlu usaha lebih.

“Sepi banget, kalau biasanya kan mau beli makan buat berbuka atau sahur itu gampang karena banyak yang jualan, sekarang agak susah ya harus naik motor agak jauh,” ujarnya. Kebijakan larangan mudik juga membuat Abdul khawatir tidak bisa merayakan hari raya bersama keluarga.

“Rencana pulang ada ya, H-3 lebaran. Tapi sekarang dengan adanya larangan mudik jadi bingung juga, ya semoga nanti diberi kelancaran dan bisa pulang,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.