Sudut Pandang Mahasiswa Mengenai Efektivitas KKN-DR

JURNALPOSMEDIA.COM – Pandemi yang belum mereda membuat kegiatan akademik terpaksa beralih ke sistem daring. Salah satunya yaitu program Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN-DR Sisdamas) yang akan dilaksanakan pada 25 Juli 2020 mendatang selama 35 hari.

Ketua Umum Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Dema-FDK), M. Faizal Nailusidqi, mengungkapkan kebijakan program ini menimbulkan banyak spekulasi. Mahasiswa mayoritas merasa kecewa karena konsep KKN yang dirasa kurang matang. Kemudian hal ini menimbulkan beberapa kendala baru dibandingkan pelaksanaan yang secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kendala terbesar KKN-DR sebagaimana aspirasi sebagian mahasiswa angkatan 17 adalah adanya daerah pengabdian yang dalam tanda kutip rentan Covid-19. Ditambah dengan tidak diizinkannya peserta oleh pihak desa setempat,” jelasnya pada Senin, (15/06/2020).

Faizal melanjutkan, kendala selanjutnya adalah belum adanya kejelasan regulasi mengenai instrumen dan fasilitas sistem KKN-DR secara lebih lanjut. “Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ketua LP2M UIN Bandung tempo lalu, bahwa setiap peserta KKN-DR akan dibekali kuota untuk kelancaran pelaporan atau dokumentasi kegiatan. Hal ini belum dapat dibuktikan kebenarannya,” ujarnya.

Ketua HMJ Biologi, Jalaludin mengungkapkan kekhawatirannya terhadap mahasiswa yang tinggal di zona merah. Notabenenya segala bentuk aktivitas diperketat dan otomatis harus  melakukan segala prosedur secara daring.

“Pada pelaksanaannya kalau daring itu tidak memungkinkan karena banyak masyarakat yang belum punya hp atau malas-malasan liat media sosial dsb. Nantinya akan kurang efektif untuk mahasiswa yang tinggal di zona merah,” terangnya saat diwawancarai Jurnalposmedia via Whatsapp pada hari yang sama.

Jalaludin juga menyayangkan karena tidak dapat melakukan hal-hal yang hanya bisa didapatkan saat KKN Reguler. Seperti duduk bersama, merencanakan program bersama mahasiswa jurusan lain, atau menjalin kekeluargaan antara mahasiswa karena tinggal dalam satu rumah bersama-sama.

Terlepas dari itu semua, KKN-DR Sisdamas yang merupakan hasil Rapim Terbatas UIN SGD Bandung, Tanggal: 7 April 2020, 8 Mei 2020 dan 12 Mei 2020. Hal itu merupakan sesuatu yang mutlak sehingga mahasiswa tidak memiliki pilihan lain selain menjalankannya dan menggali hal-hal positif dari KKN-DR ini.

Kelebihan KKN-DR menurut Faizal adalah dapat membentuk sikap dedikatif mahasiswa untuk turut serta berbaur dengan masyarakat pada daerah kelahiran masing-masing. Selain itu, KKN-DR ini juga mampu memantik daya intelektualitas dan moralitas mahasiswa untuk memberikan problem solving terhadap permasalahan dalam masyarakat.

Adapun, Jalaludin merasa kegiatan tersebut cukup solutif terlepas dari konsep program yang tidak mengikutsertakan mahasiswa dalam merumuskan KKN-DR. “Untuk saran sendiri sih paling, jika kedepannya nauzubillah pandemi masih berkepanjangan sampai tahun depan dan harus KKN-DR lagi, konsep KKN ini harus dirumuskan lagi bersama mahasiswa sebelum di fiksasi. Untuk birokrasi, KKN-DR ini otomatis ya dapat subsidi kuota. Karena biaya KKN itu diambil dari UKT, harus ada fasilitas yang kita dapet,” tutup Jalaludin.

Tindakan Dema Terkait Kebijakan KKN

Kebijakan KKN-DR yang memiliki fokus untuk berdampak pada berbagai bidang di lingkungan RT/RW masing-masing telah didiskusikan oleh Dema-FDK bersama elemen Ormawa FDK dalam Rapat Pimpinan. Salah satu hasilnya adalah bahwa Sema-F atau HMJ akan melakukan penyebaran angket aspirasi kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN-DR Sisdamas di lingkungan FDK. Kemudian rekapitulasi data tersebut akan di-crosscheck dan dikonklusikan serta akan diadvokasikan kepada pihak terkait.

“Karena dalam hal advokasi atau komunikasi vertikal dengan birokrasi, kami membutuhkan suatu data dan fakta yang kongkrit sehingga narasi yang dibawakan tidak bersifat opini,” ungkap Faizal.

 

Kru Liput: Dinda Aulia Ramadhanty

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.