Akreditasi Ilmu Komunikasi Sudah A, Harus Tetap Evaluasi

JURNALPOSMEDIA.COM-Meskipun jurusan Ilmu Komunikasi telah meraih akreditasi A, bukan berarti tak ada evaluasi. Evaluasi tentunya harus tetap dilakukan jurusan Ilmu Komunikasi untuk terus meningkatkan kualitas. Hal tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa (Presma) Ilmu Komunikasi Bidang Jurnalistik, Reival Akbar. Ia mengutarakan pendapatnya mengenai masih adanya hal-hal tertentu yang harus diperbaiki.

Ia tidak memungkiri bahwa dengan diraihnya akreditasi A saat ini, merupakan sebuah pencapaian cita-cita dan kebanggaan dengan harapan bahwa di dalamnya terdapat kontribusi dari Hima-J Jurnalistik. Hal tersebut berupa penghargaan yang didapatkan ataupun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

“Jangan sampai hanya sekedar akreditasi tapi perlu jadi bahan evaluasi. Salah satunya perbaiki fasilitas, peningkatan kualitas pengajar dan sarana-prasarana seperti ruang kelas, proyektor dan hal lain yang meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Reival berharap bahwa untuk kedepannya, seluruh elemen terkait seperti pejabat kampus, dosen dan mahasiswa bisa bersama-sama untuk menjaga akreditasi A yang telah diraih.

“ Harus ada sinergitas antara mahasiswa, hima dan birokrasi sendiri agar bisa bekerja sama dengan baik jangan sampai ada miskomunikasi. Jadi harus sesuai dengan jalurnya sendiri. Saya juga berharap dengan akreditasi ini membuat stimulus dan pecutan bagi warga jurnalistik agar lebih baik di bidang akademik dan non-akademik. Menciptakan lulusan terbaik yang bisa memperlihatkan jurnalistik UIN Bandung bahkan lebih baik dari jurnalistik kampus lain,” pungkasnya.

Senada dengan yang dikatakan oleh Reival, Presma Ilmu Komunikasi Bidang Humas, Salman Wahidin juga mengutarakan kebanggaannya dengan akreditasi A yang telah diraih. Ia merasa bersyukur dan ikut berbangga karena hal tersebut menjadi sebuah modal dan semangat baru khususnya untuk mahasiswa Humas.

Namun, ia juga berpesan bahwa di dalamnya masih terdapat hal-hal yang masih harus diperbaiki khususnya dalam hal fasilitas.

“Hal tersebut masih menjadi PR yang selalu dibahas di ilkom, fakultas bahkan tingkat universitas. Saran dan masukan sudah kami sampaikan di FGD tempo lalu, seperti ruang kelas yang kurang kondusif untuk digunakan, penyediaan kursi, fasilitas umum seperti toilet, pengadaan tempat sampah dan lain-lain,” kata Salman.

Ketika disinggung soal kualitas tenaga pengajar yang sudah sesuai atau belum, ia mengatakan hal tersebut merupakan sesuatu yang relatif. Menurutnya, dalam kenyataan perkuliahan memang ada dosen yang kompeten di bidangnya dengan metode mengajar yang baik. Lalu ada juga dosen yang cara penyampaiannya kurang dipahami.

Ia pun mengakui bahwa dengan adanya kekurangan-kekurangan yang masih harus diperbaiki tersebut merupakan kewajiban bersama dalam memperbaikinya.

“Menurut saya, ini menjadi kewajiban kita semua, baik kami dari pihak mahasiswa dan dari pihak jurusan untuk sama-sama melakukan perbaikan. Baik terhadap keberlangsungan jurusan secara akademis maupun non-akademis, secara fasilitas, pelayanan dan lain-lain. Tugas kita bersinergi, memberikan kritik, saran dan solusi untuk Ilkom yang lebih baik,” pungkasnya.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.