2019, Tahun Terpanas Dalam Sejarah

JURNALPOSMEDIA.COM– PBB mengungkapkan 2019 menjadi tahun terpanas dalam periode lima tahun terakhir. Dilansir dari CNN Indonesia, kondisi ini mengalahkan rekor 2016 sebagai tahun terpanas, yang  tercatat hasil pengamatan yang dilakukan sejak 169 tahun.

Oktober 2019 tercatat sebagai bulan terpanas dalam sejarah. Dikutip dari Independent, Senin (25/11/2019), Ilmuwan Uni Eropa menyebutkan, temperatur bulan Oktober di banyak negara berada di atas rata-rata.

Sekrearis Jendral PBB Antonio Guterres mengatakan saat ini dunia semakin memiliki kesenjangan terkait perubahan iklim. Laporan terbaru merinci sejauh mana kesenjangan yang harus dilakukan  dengan apa yang terjadi jika semakin melebar.

Alih-alih berkurang, karbondioksida tumbuh dua persen pada 2018 dan mencapai rekor tertinggi 37 milliar ton. Kenaikan suhu dirasakan di seluruh penjuru dunia.  Laporan menuliskan dunia akan menghangat sekitar 2,9 hingga 3,4 derajat Celcius. Dengan prediksi yang akan melonjak dua kali lipat.

Ilmuwan Copernicus mengatakan, suhu Oktober 2019 jauh di atas rata-rata di sebagian Kutub Utara, Amerika bagian Timur, Timur Tengah, serta sebagian besar Afrika Utara dan Rusia. Suhu di atas rata-rata juga terjadi di selatan Brazil, Afrika Selatan, Australia barat dan selatan, serta sebagian besar Antartika timur.

Suhu panas juga  melanda beberapa daerah di Indonesia, yang juga ramai diperbincangkan warganet di media sosial.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringaan Dini Cuaca, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Miming menjelaskan bahwa ada tiga faktor utama yang menjadi penybabnya.

Pertama, poisis maahari sedang berada di wilayah Indonesia, saat ini sangat signifikan kulminasinya. Kedua, kondisi cuaca tanpa awan relatif akan terjadi dalam jangka waktu sampai akhir November. Kemudian pengaruh dari arah pola angin  yang biasanya membantu potensi pertumbuhan hujan.

Daerah yang diprediksi akan mengalami fenomena suhu panas maksimum 35-40 pada 2019 ialah Sumatera Selatan, Pantura Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa imur, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur.

Rekomendasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.